Sumber Informasi Gambar:
ongsor Burangrang menghancurkan 26 hektare lahan dan menimpa pemukiman, menimbulkan kerusakan parah serta evakuasi warga.
Longsor dahsyat melanda Kampung Pasir Kuda dan Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (26/1/2026) dini hari. Bencana ini meratakan 30 rumah dan meninggalkan dampak luas. Tim SAR gabungan bekerja keras di medan sulit mencari korban yang tertimbun. Skala bencana ini menunjukkan betapa masifnya kekuatan alam.
Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Zona Evakuasi.
Luasan Longsor Yang Mengejutkan
Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, mengungkapkan bahwa berdasarkan pengukuran terbaru, luas area longsor mencapai 26 hektare. Angka ini menunjukkan betapa besarnya area yang terdampak oleh pergerakan tanah dari kaki Gunung Burangrang. Luasnya cakupan longsor menjadi tantangan besar bagi upaya penanganan.
Panjang material longsor dari mahkota di kaki Gunung Burangrang hingga lidah longsor di bawah Kampung Pasir Kuning membentang sepanjang 2.009 meter, atau sekitar 2 kilometer. Dengan lebar mencapai 140 meter, volume material yang bergerak sangat masif, menimbun segala sesuatu yang dilaluinya.
Syafii juga menambahkan bahwa area operasi SAR saat ini mencakup lebih dari 26 hektare. Ia menekankan bahwa angka-angka ini mungkin bertambah, mengingat kondisi lapangan yang dinamis. Penambahan luas dan lebar area terdampak tergantung pada perkembangan di lokasi, menambah kompleksitas pencarian.
Tantangan Pencarian di Medan Ekstrem
Material longsor mengikuti aliran sungai yang sudah ada sebelumnya. Akibat sedimentasi dan tekanan material longsor, aliran sungai terpecah dan airnya meluap ke berbagai sisi. Kondisi ini membuat area pencarian menjadi lebih sulit dan berbahaya bagi tim SAR yang bertugas.
“Pencarian korban ini menjadi tantangan tersendiri,” ujar Syafii. Ia mengakui bahwa angka-angka terkait luas dan lebar area longsor bisa berubah dan belum sepenuhnya akurat. Hal ini menunjukkan bahwa tim SAR harus selalu siap menghadapi perubahan kondisi di lapangan yang tidak terduga.
Medan yang ekstrem, ditambah dengan potensi longsor susulan dan kondisi cuaca yang tidak menentu, semakin mempersulit upaya evakuasi. Tim SAR harus bekerja dengan sangat hati-hati dan mengutamakan keselamatan selama proses pencarian berlangsung. Koordinasi yang kuat sangat esensial.
Baca Juga: Tragedi Cisarua: Tim SAR Evakuasi 4 Kantong Jenazah Longsor
Perkembangan Evakuasi Korban
Pada hari ketiga pencarian, tim SAR gabungan berhasil mengangkat empat jasad dari lokasi longsor. Penemuan ini menambah jumlah total jasad yang berhasil dievakuasi sejak operasi SAR dimulai. Setiap penemuan memberikan harapan sekaligus duka mendalam bagi keluarga korban.
“Jumlah korban yang berhasil dievakuasi hari ini sebanyak 4 body bag,” kata Syafii. Dengan penemuan tersebut, total korban yang diserahkan sejak operasi SAR dimulai kini berjumlah 29 body bag. Angka ini masih mungkin bertambah seiring berjalannya waktu.
Setiap body bag yang berhasil diangkat kemudian diantarkan ke posko Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat di Puskesmas Desa Pasirlangu. Identifikasi akan dilakukan di sana sebelum akhirnya jasad diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Proses Identifikasi Dan Penyerahan Korban
Proses identifikasi korban menjadi ranah dan kewenangan penuh Kepolisian Republik Indonesia (Polri), bukan Badan SAR Nasional. Hal ini sesuai dengan prosedur standar penanganan bencana untuk memastikan identifikasi yang akurat. Tim DVI Polda Jawa Barat memiliki peran krusial dalam tahap ini.
Informasi terakhir yang diterima menyebutkan bahwa 17 korban telah berhasil diidentifikasi dan diserahkan kepada keluarga. Proses identifikasi ini melibatkan berbagai metode forensik untuk memastikan kecocokan data dengan identitas korban yang dilaporkan hilang.
Penyerahan jasad kepada keluarga merupakan momen yang sangat emosional. Dukungan psikologis dan sosial sangat dibutuhkan bagi keluarga korban yang berduka. Solidaritas masyarakat dan pemerintah sangat penting untuk membantu mereka melalui masa sulit ini.
Jangan lewatkan update berita seputaran Zona Evakuasi serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.
- Gambar Utama dari detik.com
- Gambar Kedua dari purbalingga.suaramerdeka.com