Longsor timpa SD di Trenggalek, dua kelas dikosongkan dan area ditetapkan sebagai zona evakuasi demi keselamatan siswa.
Suasana belajar mendadak berubah tegang setelah longsor menghantam sebuah SD di Trenggalek. Dua ruang kelas terpaksa dikosongkan dan area sekitar ditetapkan sebagai zona evakuasi untuk mencegah risiko susulan.
Bagaimana kondisi terbaru di lokasi dan langkah penanganan yang dilakukan? Simak laporan lengkapnya berikut ini hanya di Zona Evakuasi.
Curah Hujan Tinggi Sebabkan Longsor Di Munjungan
Intensitas hujan yang tinggi mengguyur Kecamatan Munjungan, Kabupaten Trenggalek, beberapa hari terakhir menyebabkan tanah di beberapa wilayah menjadi labil. Lereng dan perbukitan di Desa Ngulungwetan tidak mampu menahan air hujan yang deras sehingga memicu bencana longsor, Sabtu (28/2/2026).
Longsor terjadi pada dini hari sekitar pukul 05.00 WIB, menimpa sejumlah permukiman dan fasilitas publik, termasuk sekolah dasar. Warga yang tinggal di sekitar lereng langsung panik dan berusaha menyelamatkan diri.
BPBD Trenggalek segera melakukan pemantauan dan mengirimkan tim ke lokasi untuk menilai situasi. Petugas berkoordinasi dengan aparat desa untuk memastikan evakuasi berjalan aman dan efisien.
Dampak Langsung Terhadap SD Negeri 2 Ngulungwetan
Dua ruang kelas SD Negeri 2 Ngulungwetan rusak karena tertimbun material longsor. Kepala BPBD Trenggalek, Stefanus Triadi Atmono, menyebut kondisi bangunan berisiko tinggi sehingga harus dikosongkan sementara.
Pihak sekolah menutup ruang kelas terdampak agar murid dan guru tidak berada di area berbahaya. Penutupan ini bersifat sementara hingga penilaian risiko selesai dilakukan.
Selain dua ruang kelas, pihak sekolah meninjau seluruh fasilitas lain. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan tidak ada bangunan lain yang rawan roboh atau terdampak longsor susulan.
Baca Juga: Banjir Makassar Berangsur Surut, Namun 433 Warga Belum Bisa Kembali ke Rumah
Tindakan Cepat BPBD Dan Warga
BPBD Trenggalek segera melakukan asesmen dan menandai area berbahaya agar warga dan anak-anak tidak mendekat. Jalur evakuasi disiapkan agar masyarakat terdampak bisa segera pindah ke lokasi aman.
Evakuasi material longsor menjadi prioritas agar akses ke sekolah dan rumah warga kembali lancar. Tim BPBD dibantu warga membersihkan sisa longsor dan menstabilkan lereng yang masih labil.
BPBD juga memberikan peringatan dini kepada masyarakat agar tetap waspada. Mereka diimbau tidak beraktivitas di dekat lereng atau sungai selama hujan deras berlangsung, karena potensi longsor masih tinggi.
Gangguan Proses Belajar Mengajar
Penutupan dua ruang kelas berdampak langsung pada kegiatan belajar-mengajar di SD Negeri 2 Ngulungwetan. Guru dan murid harus menyesuaikan jadwal belajar agar proses pendidikan tetap berjalan.
Pihak sekolah bekerja sama dengan pemerintah desa mencari lokasi alternatif untuk kegiatan belajar sementara. Beberapa opsi termasuk relokasi murid ke ruang kelas lain atau gedung serbaguna yang aman.
Orang tua diminta memantau anak-anak selama masa tanggap darurat. Komunikasi aktif antara sekolah, orang tua, dan BPBD sangat penting untuk memastikan keselamatan murid sekaligus kelancaran proses belajar.
Upaya Mitigasi Dan Kesiapsiagaan Masa Depan
BPBD Trenggalek menekankan pentingnya mitigasi bencana untuk meminimalkan risiko longsor di masa mendatang. Identifikasi titik rawan longsor dilakukan secara rutin agar tindakan pencegahan lebih efektif.
Masyarakat diimbau tidak mendirikan bangunan di lereng curam atau dekat area rawan longsor. Edukasi bencana di sekolah dan sosialisasi mitigasi kepada warga menjadi langkah penting untuk meningkatkan kesadaran.
Koordinasi antara pemerintah, sekolah, dan warga menjadi kunci untuk menjaga keselamatan. Dengan kesiapsiagaan dan langkah antisipatif sejak dini, dampak bencana dapat diminimalkan dan aktivitas masyarakat tetap berjalan normal.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari jatim.antaranews.com