SDN Sapan 3 Bandung terendam banjir akibat luapan sungai, ratusan siswa pun dialihkan ke pembelajaran daring.
Genangan air dengan ketinggian mencapai 60 sentimeter hingga 1 meter merendam seluruh area sekolah, termasuk ruang kelas dan ruang guru, sehingga kegiatan belajar mengajar tidak dapat dilakukan secara normal. Kondisi ini membuat pihak sekolah harus segera mengambil langkah cepat demi memastikan proses pendidikan tetap berjalan meskipun dari rumah, sembari menunggu air surut dan situasi kembali aman untuk aktivitas tatap muka. Simak selengkapnya hanya di Zona Evakuasi.
Banjir Rendam SDN Sapan 3 Bandung
SD Negeri Sapan 3 yang berlokasi di Kampung Sapan, Desa Tegalluar, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, terendam banjir pada Rabu (15/4/2026). Banjir yang berasal dari luapan Sungai Citarik dan Sungai Citarum ini menggenangi seluruh area sekolah dengan ketinggian air mencapai 60 sentimeter hingga 1 meter. Akibat kondisi tersebut, aktivitas belajar mengajar ratusan siswa terpaksa dihentikan sementara dan dialihkan ke sistem pembelajaran daring.
Genangan air tidak hanya merendam halaman sekolah, tetapi juga masuk ke ruang kelas, ruang guru, hingga beberapa fasilitas penunjang kegiatan belajar. Sejumlah bangku dan peralatan sekolah terlihat diamankan dengan cara disusun di atas meja untuk menghindari kerusakan lebih lanjut. Kondisi ini membuat lingkungan sekolah tidak lagi memungkinkan untuk digunakan sebagai tempat kegiatan belajar mengajar secara normal.
Banjir ini terjadi akibat tingginya intensitas hujan yang mengguyur wilayah Bandung dan sekitarnya dalam beberapa waktu terakhir. Luapan sungai yang berada di sekitar kawasan sekolah membuat air dengan cepat masuk ke area permukiman dan fasilitas pendidikan. Hingga saat ini, pihak sekolah bersama warga sekitar masih berupaya melakukan pembersihan serta menunggu surutnya air agar aktivitas pendidikan dapat kembali berjalan normal.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026! Nonton Semua Pertandingan Tanpa Batas, lewat LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal. Ayo Download Sekarang!
Aktivitas Sekolah Lumpuh Pembelajaran
Akibat banjir yang merendam hampir seluruh area sekolah, kegiatan belajar mengajar di SDN Sapan 3 terpaksa dihentikan sementara. Pihak sekolah memutuskan untuk mengalihkan proses pembelajaran ke sistem daring agar siswa tetap dapat mengikuti kegiatan belajar meskipun tidak berada di lingkungan sekolah. Kebijakan ini diambil demi menjaga keselamatan siswa dan tenaga pendidik.
Penjaga sekolah, Yati Sumiati (50), mengungkapkan bahwa banjir sebenarnya sudah terjadi sejak beberapa hari sebelumnya, namun sempat surut. Akan tetapi, hujan deras yang kembali turun membuat air kembali naik dan merendam seluruh area sekolah. Kondisi tersebut membuat pihak sekolah tidak memiliki pilihan lain selain meliburkan kegiatan tatap muka dan beralih ke pembelajaran jarak jauh.
Ratusan siswa dari berbagai jenjang kelas kini belajar dari rumah masing-masing. Para guru tetap berupaya memberikan materi pembelajaran melalui platform daring agar proses pendidikan tetap berjalan. Meski demikian, keterbatasan kondisi membuat kegiatan belajar tidak dapat berjalan secara maksimal seperti biasanya di sekolah.
Baca Juga: Mengejutkan! 7 Fakta di Balik Bencana yang Hantam Bandung Raya
Luapan Sungai Citarum Jadi Pemicu Banjir
Banjir yang merendam SDN Sapan 3 diketahui berasal dari luapan Sungai Citarik dan Sungai Citarum yang melintasi kawasan Bojongsoang. Kedua sungai tersebut mengalami peningkatan debit air akibat hujan deras yang turun dalam durasi cukup lama. Kondisi ini menyebabkan air meluap dan masuk ke kawasan sekolah serta permukiman warga sekitar.
Wilayah Sapan sendiri dikenal sebagai salah satu daerah yang rawan terdampak banjir ketika curah hujan meningkat. Letak geografis yang berdekatan dengan aliran sungai membuat kawasan ini rentan tergenang ketika volume air meningkat secara signifikan. Selain itu, sistem drainase yang belum optimal turut mempercepat masuknya air ke area permukiman dan fasilitas umum, termasuk sekolah.
Warga sekitar bersama petugas sekolah terlihat mulai melakukan upaya pembersihan dan pengamanan barang-barang penting. Namun, proses tersebut masih terkendala karena tingginya genangan air yang belum sepenuhnya surut. Pihak berwenang juga terus memantau kondisi di lapangan untuk mengantisipasi kemungkinan banjir susulan apabila hujan kembali turun.
Warga Dan Sekolah Tunggu Air Surut
Hingga laporan terakhir, banjir di SDN Sapan 3 belum sepenuhnya surut dan masih menggenangi sebagian besar area sekolah. Kondisi ini membuat aktivitas belajar mengajar belum bisa kembali dilakukan secara normal. Pihak sekolah masih menunggu kondisi benar-benar aman sebelum memutuskan untuk membuka kembali kegiatan tatap muka.
Selain kegiatan pendidikan, banjir ini juga berdampak pada aktivitas warga di sekitar sekolah. Beberapa akses jalan terganggu akibat genangan air yang cukup tinggi. Warga diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan mengingat curah hujan di wilayah Bandung dan sekitarnya masih tergolong tinggi dalam beberapa hari terakhir.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait diharapkan dapat segera mengambil langkah penanganan jangka pendek maupun jangka panjang untuk mengatasi persoalan banjir di kawasan Sapan. Perbaikan sistem drainase dan pengelolaan aliran sungai menjadi salah satu hal penting yang perlu diperhatikan agar kejadian serupa tidak terus berulang dan mengganggu kegiatan pendidikan di masa mendatang.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari news.detik.com