Tragedi Sitaro: Banjir Bandang Tewaskan 16 Orang, Evakuasi Masih Berlanjut

Banjir Bandang Tewaskan 16 Orang, Evakuasi Masih BerlanjutBanjir Bandang Tewaskan 16 Orang, Evakuasi Masih Berlanjut
Bagikan

Banjir bandang di Sitaro menewaskan 16 orang, Evakuasi korban masih berlangsung, warga terdampak terus mendapatkan bantuan darurat.

Banjir Bandang Tewaskan 16 Orang, Evakuasi Masih Berlanjut

Bencana alam kembali melanda Sitaro. Banjir bandang merenggut nyawa 16 orang dan memaksa warga dievakuasi.

Tim SAR terus bergerak untuk menolong korban dan menyalurkan bantuan darurat. Simak update Zona Evakuasi terkini kondisi wilayah terdampak.

Tragedi Banjir Bandang Sitaro, 16 Orang Meninggal Dunia

Sebanyak 16 orang dilaporkan meninggal akibat banjir bandang yang menerjang Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, pada Senin (5/1) dini hari. Peristiwa ini juga menyebabkan tiga orang dinyatakan hilang dan masih dalam proses pencarian, sementara ratusan warga terdampak terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

BPBD Kabupaten Sitaro mencatat bahwa lima korban telah diidentifikasi, sedangkan sisanya masih menunggu pendataan. Selain korban meninggal, 22 orang mengalami luka-luka dan mendapatkan perawatan di puskesmas setempat, sementara dua korban dirujuk ke rumah sakit di Manado untuk penanganan lebih lanjut.

Saat ini, jumlah pengungsi sementara tercatat mencapai 682 jiwa dan masih terus bertambah.

Penyebab Dan Wilayah Terdampak

Banjir bandang terjadi akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Sitaro sejak dini hari. Intensitas tinggi curah hujan membuat aliran sungai meluap secara tiba-tiba pada pukul 02.30 WITA.

Peristiwa ini berdampak pada empat kecamatan: Siau Timur, Siau Tengah, Siau Barat, dan Siau Barat Selatan, dengan sebaran wilayah terdampak meliputi dua kelurahan dan enam desa. Dari sisi kerusakan, tujuh unit rumah hanyut, 29 rumah mengalami rusak berat, dan 112 rumah mengalami kerusakan ringan.

Infrastruktur jalan mengalami putus akses, sementara beberapa kantor dan bangunan publik ikut terdampak. Pendataan kerugian materiil masih berlangsung, seiring upaya petugas di lapangan melakukan penilaian kondisi secara menyeluruh.

Baca Juga: Respons Cepat Dan Evakuasi Warga Saat Banjir Melanda Batang Toru, Sumut

Upaya Penanganan Darurat

Upaya Penanganan Darurat 700

BPBD Kabupaten Sitaro berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Sulawesi Utara, Basarnas, TNI/Polri, perangkat kecamatan dan kelurahan, serta relawan untuk melakukan evakuasi warga dan pencarian korban hilang. Bantuan darurat, termasuk logistik, air bersih, dan kebutuhan dasar pengungsi, telah disalurkan guna meringankan beban warga terdampak.

Pemerintah daerah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi selama 14 hari, mulai 5 Januari hingga 18 Januari 2026, melalui Keputusan Bupati Nomor 1 Tahun 2026. Prioritas utama saat ini adalah pencarian korban hilang dan pemenuhan kebutuhan pengungsi, sekaligus memastikan kondisi kesehatan masyarakat tetap terjaga.

Imbauan Dan Pemantauan Lanjutan

BNPB terus memantau perkembangan situasi banjir bandang di Sitaro. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat kembali terjadi.

Pemerintah juga menekankan pentingnya koordinasi lintas instansi, termasuk monitoring sungai dan akses transportasi, agar bencana serupa bisa diminimalkan di masa mendatang. Upaya rekonstruksi dan pemulihan pasca-bencana akan membutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, relawan, dan masyarakat setempat.

Fokus utama tetap pada keselamatan jiwa, pemulihan sarana prasarana, dan pemberian bantuan dasar hingga warga dapat kembali menempati rumah mereka dengan aman. Jangan lewatkan update berita seputaran Zona Evakuasi serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Utama dari bnpb.go.id
  • Gambar Kedua dari zonautara.com

By Olivia