Ratusan korban longsor Cisarua masih mengungsi tanpa bantuan hunian, menghadapi krisis air bersih dan kondisi sulit di pengungsian.
Ratusan warga terdampak longsor di Cisarua masih bertahan di pengungsian akibat keterlambatan bantuan hunian. Selain itu, mereka menghadapi krisis air bersih yang memperburuk kondisi hidup sementara.
Situasi Zona Evakuasi ini memicu kekhawatiran warga dan menuntut penanganan darurat dari pemerintah setempat.
Ratusan Korban Longsor Cisarua Masih Bertahan Di Pengungsian
Krisis air bersih memaksa sebagian warga terdampak longsor Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), tetap tinggal di posko pengungsian meski rumah mereka berada di zona kuning atau aman. Keterbatasan akses air menjadi kendala utama dalam pemulihan kondisi hidup.
Pada awal bencana, jumlah pengungsi di Posko GOR dan Balai Desa Pasirlangu mencapai 600–800 jiwa. Mereka berasal dari warga terdampak langsung maupun masyarakat sekitar yang memilih mengungsi demi keamanan.
Seiring asesmen dan penetapan zona terdampak oleh Badan Geologi, warga yang rumahnya berada di zona kuning diminta kembali ke rumah masing-masing. Namun, sebagian memilih tetap tinggal di pengungsian karena kesulitan memenuhi kebutuhan dasar, terutama air bersih.
Pemulangan Warga Dan Kendala Air Bersih
Dari sekitar 300–500 jiwa yang awalnya diminta kembali ke rumah, tiga perempatnya sempat kembali. Namun, sebagian warga kembali ke pengungsian karena akses air bersih terbatas. Beberapa sumber air terputus akibat tertimbun material longsor, sementara hanya satu sumber yang masih dapat digunakan.
“Data masih fluktuatif. Awalnya ada 49 KK yang kembali, sekarang naik menjadi 51 KK, dengan total 167 jiwa yang masih bertahan,” ujar Incident Commander (IC) penanganan longsor Cisarua, Ade Zakir, Selasa, 3 Februari 2026.
Keluhan utama warga di pengungsian adalah kesulitan mendapatkan air bersih. Warga lainnya juga menunggu bantuan dana tunggu hunian (DTH) atau uang kontrakan karena rumah mereka rusak.
Baca Juga: Alat Berat Jadi Kunci Evakuasi Dan Pemulihan Bencana di Cisarua
Upaya Pemenuhan Kebutuhan Dasar
Pemkab Bandung Barat berupaya menangani krisis air dengan pembangunan sumur bor bertahap. Ade Zakir menjelaskan, targetnya adalah membangun 13 sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air warga yang masih mengungsi.
Selain itu, pemerintah daerah juga menyalurkan bantuan DTH sesuai arahan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Pada tahap awal, Pemprov Jabar telah menyalurkan Rp10 juta untuk 34 KK yang rumahnya hancur akibat longsor.
Warga terdampak yang rumahnya rusak namun belum menerima bantuan tetap menjadi prioritas. Pemerintah menekankan pentingnya distribusi santunan untuk uang kontrakan atau DTH agar korban dapat kembali menempati hunian sementara.
Tantangan Penanganan Dan Data Korban
Hingga kini, belum seluruh korban menerima bantuan karena adanya penambahan data dibandingkan data awal. “Datanya bertambah dari data awal,” kata Ade Zakir, menunjukkan kompleksitas pendataan di lapangan.
Selain itu, pemulihan warga terdampak juga menghadapi tantangan logistik. Penyaluran bantuan air, makanan, dan kebutuhan lainnya harus disesuaikan dengan kondisi pengungsian yang padat dan akses jalan yang terbatas.
Kondisi ini membuat pemerintah terus memantau situasi, memastikan warga tetap aman, dan memprioritaskan upaya darurat untuk pemenuhan kebutuhan dasar di pengungsian.
Harapan Pemulihan Dan Kembali Ke Rumah
Ade Zakir berharap warga yang rumahnya berada di zona kuning atau aman dapat segera kembali menempati rumah masing-masing. Pemerintah berupaya mempercepat penyediaan bantuan air bersih dan DTH agar pengungsian tidak berkepanjangan.
Kerja sama antara pemerintah desa, BPBD, dan masyarakat menjadi kunci mitigasi risiko dan pemulihan pasca-longsor. Pemantauan tebing rawan longsor juga terus dilakukan untuk mencegah bencana susulan.
Upaya ini diharapkan memberikan rasa aman bagi warga, mempercepat pemulihan, dan mengurangi ketergantungan warga pada posko pengungsian, sehingga kehidupan normal dapat segera kembali berjalan.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari koran-gala.id
- Gambar Kedua dari pasjabar.com