Banjir setinggi pinggang melanda Kota Banjar, Jawa Barat, memaksa warga mencari cara kreatif untuk bergerak, salah satunya, Dian menggunakan toren air.
Warga lain memanfaatkan drum, papan kayu, dan pelampung sebagai alat transportasi. Pemerintah dan BPBD setempat menyiapkan posko evakuasi, dapur umum, dan bantuan logistik. Kreativitas warga menghadapi banjir ini menjadi inspirasi.
Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Zona Evakuasi.
Banjir Melanda Banjar, Toren Air Jadi Solusi Perahu Darurat Warga
Banjir melanda sejumlah wilayah di Kota Banjar, Jawa Barat, setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut sejak Sabtu malam (4/1/2026). Air setinggi pinggang orang dewasa merendam jalanan dan rumah penduduk, memaksa warga mencari cara kreatif untuk bergerak dan menyelamatkan barang-barang penting.
Sejumlah warga terpaksa meninggalkan rumah sementara karena air masuk hingga ke dalam rumah. Jalan protokol dan gang-gang perumahan tergenang, sehingga aktivitas warga sehari-hari terganggu.
Fenomena unik muncul ketika seorang warga, Dian, menggunakan toren air sebagai “perahu darurat” untuk mengangkut keluarga dan beberapa barang berharga. Aksi ini menjadi viral di media sosial dan mendapat perhatian warga lainnya karena kreativitas dan keberanian.
Inovasi Warga Saat Banjir
Sejak pagi, banyak warga Banjar mulai menggunakan perahu darurat atau improvisasi lain untuk bergerak di area yang terendam. Toren air, biasanya digunakan untuk menampung air bersih, diubah menjadi perahu mini dengan menambahkan papan dan tali pengikat.
Dian menjelaskan bahwa toren digunakan karena tidak ada perahu yang tersedia saat banjir datang tiba-tiba. “Saya pikir ini satu-satunya cara untuk membawa anak-anak dan barang penting ke tempat aman. Syukur bisa berfungsi,” ujarnya.
Selain toren air, warga juga memanfaatkan pelampung, drum kosong, dan papan kayu sebagai alat transportasi. Kreativitas ini menjadi bukti ketahanan warga dalam menghadapi bencana, sekaligus memperlihatkan perlunya perhatian pemerintah terhadap penanganan banjir di Banjar.
Baca Juga: Waspada! Jawa Timur di Ambang Cuaca Ekstrem 10 Hari ke Depan, BMKG Beri Peringatan Dini!
Akibat Banjir Pada Warga
Banjir setinggi pinggang ini tidak hanya mengganggu mobilitas warga, tetapi juga menimbulkan kerusakan pada rumah dan fasilitas publik. Listrik di beberapa RT terpaksa dipadamkan untuk mencegah korsleting, sementara sekolah-sekolah ditutup sementara.
Petani setempat juga mengalami kerugian akibat lahan pertanian tergenang air. Beberapa hewan ternak dipindahkan ke tempat lebih tinggi agar tidak hanyut terbawa banjir. Warga mengaku kesulitan untuk mendapatkan air bersih karena sumur dan saluran air ikut terendam.
Selain kerugian materi, kesehatan warga menjadi perhatian. Pihak kesehatan setempat mengimbau agar air banjir tidak digunakan untuk konsumsi karena berpotensi menimbulkan penyakit kulit dan diare. Distribusi obat-obatan dan makanan darurat pun dilakukan oleh BPBD dan relawan lokal.
Tanggapan Pemerintah dan Upaya Penanganan
Pemerintah Kota Banjar melalui BPBD langsung turun tangan dengan menyiapkan dapur umum, posko evakuasi, dan distribusi bantuan logistik. Petugas mengevakuasi warga dari titik terendam ke lokasi yang lebih aman, seperti balai desa dan masjid yang berada di area tinggi.
Selain itu, petugas melakukan koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum untuk membuka saluran air tersumbat dan mempercepat aliran banjir. Pemerintah juga mengimbau warga untuk selalu memantau informasi cuaca dan peringatan dini dari BMKG agar dapat bersiap menghadapi kemungkinan banjir susulan.
Warga berharap pemerintah daerah dapat memperkuat sistem drainase dan membuat waduk penampung agar banjir tidak kembali terjadi. Kreativitas Dian dan warga lainnya menjadi inspirasi.
Jangan lewatkan update berita seputaran Zona Evakuasi serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Utama dari detik.com
- Gambar Kedua dari detik.com