Cuaca Ekstrem Hantam Denpasar, Anak Terluka Dan Puluhan Rumah RusakCuaca Ekstrem Hantam Denpasar, Anak Terluka Dan Puluhan Rumah Rusak
Bagikan

Cuaca ekstrem melanda Denpasar, menyebabkan seorang anak terluka dan puluhan rumah rusak akibat angin kencang dan hujan lebat.

Cuaca Ekstrem Hantam Denpasar, Anak Terluka Dan Puluhan Rumah Rusak

Cuaca ekstrem kembali melanda wilayah Denpasar dan menimbulkan dampak serius bagi warga. Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan kerusakan di sejumlah permukiman, bahkan mengakibatkan seorang anak mengalami luka.

Puluhan rumah dilaporkan terdampak, mulai dari atap beterbangan hingga bangunan yang rusak akibat terjangan cuaca buruk. Peristiwa Zona Evakuasi menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan menghadapi perubahan cuaca yang semakin tak menentu, terutama di musim hujan dengan intensitas tinggi seperti saat ini.

Cuaca Ekstrem Terjang Denpasar, Warga Dikejutkan Pohon Tumbang Dan Angin Kencang

Cuaca ekstrem melanda Kota Denpasar dan menimbulkan dampak serius bagi masyarakat. Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan pohon tumbang, merusak rumah warga, serta melukai seorang anak.

Peristiwa ini terjadi pada Selasa pagi dan dini hari, memicu kekhawatiran warga akan meningkatnya intensitas cuaca buruk di wilayah Bali. Salah satu kejadian paling mengkhawatirkan terjadi di Jalan Pulau Salawati, Banjar Pengiasan, Desa Dauh Puri Kauh, Denpasar Barat.

Sebuah pohon besar roboh dan menimpa rumah warga sekitar pukul 06.30 Wita. Naas, seorang anak berusia sembilan tahun yang sedang bersiap berangkat ke sekolah menjadi korban dan mengalami luka di bagian wajah serta tubuhnya. Korban segera dilarikan ke Rumah Sakit Surya Husada untuk mendapatkan perawatan medis.

Pemerintah Bergerak Cepat Tangani Korban Dan Kerusakan

Kepala Dinas Sosial Kota Denpasar, I Gusti Ayu Laxsmy Saraswaty, membenarkan kejadian tersebut dan menyatakan pihaknya langsung turun ke lokasi serta rumah sakit setelah menerima laporan. Menurut keterangan keluarga, korban saat itu berada di dalam rumah ketika pohon tumbang menimpa bangunan.

Pemerintah Kota Denpasar bergerak cepat dengan mengerahkan berbagai instansi terkait. BPBD, Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan, Dinas Pendidikan, hingga Dinas Sosial turut terlibat dalam penanganan kejadian. Biaya pengobatan korban telah dijamin melalui BPJS Kesehatan, sementara bantuan sandang dan kebutuhan dasar lainnya juga telah disalurkan.

Selain itu, petugas dari Damkar dan DLHK langsung melakukan pemotongan pohon tumbang agar tidak menghambat akses warga serta mencegah potensi bahaya lanjutan. Upaya ini dilakukan untuk memastikan keamanan lingkungan pascakejadian.

Baca Juga: Sungai Jeneberang Meluap, Akses Jembatan Congkina Gowa Terputus

Angin Puting Beliung Rusak Puluhan Rumah

Angin Puting Beliung Rusak Puluhan Rumah 700

Tak hanya di Denpasar Barat, angin puting beliung yang disertai hujan deras juga melanda sejumlah wilayah lain seperti Sanur, Sidakarya, dan Kesiman pada dini hari sekitar pukul 01.30 Wita. Dampaknya cukup signifikan dengan puluhan rumah mengalami kerusakan.

Sekretaris BPBD Kota Denpasar, Anak Agung Ngurah Anom Surya Kencana, menyebutkan bahwa berdasarkan pendataan sementara, sedikitnya 35 titik terdampak. Kerusakan tercatat terjadi pada 27 kepala keluarga dengan total 114 jiwa terdampak.

Beberapa rumah mengalami kerusakan ringan hingga berat, seperti atap terbang, bangunan rusak, hingga pelinggih roboh. Proses pendataan masih terus dilakukan karena beberapa wilayah belum sepenuhnya terjangkau.

BMKG Ungkap Penyebab Dan Imbau Warga Waspada

BMKG Wilayah III Denpasar menjelaskan bahwa cuaca ekstrem dipicu oleh aktifnya Monsun Asia yang disertai pertemuan angin dan tingginya kelembapan udara. Kondisi tersebut memicu pertumbuhan awan konvektif yang menghasilkan hujan lebat dan angin kencang.

Kecepatan angin tercatat mencapai 70 kilometer per jam atau setara 38 knot. BMKG juga mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk wilayah Bali hingga 27 Januari 2026, dengan potensi hujan lebat, petir, angin kencang, dan gelombang tinggi di perairan.

Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, menghindari aktivitas di luar ruangan saat cuaca memburuk, serta rutin memantau informasi resmi dari BMKG dan instansi terkait. Kesiapsiagaan menjadi kunci utama untuk meminimalkan risiko bencana di tengah cuaca yang semakin tidak menentu.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari detik.com
  • Gambar Kedua dari liputan6.com

By Olivia