Evakuasi Korban Gunung Slamet Ditunda Akibat Cuaca Ekstrem

Slamet Ditunda Akibat Cuaca EkstremSlamet Ditunda Akibat Cuaca Ekstrem
Bagikan

Evakuasi jasad Syafiq Ali, korban di Gunung Slamet, sempat ditunda akibat cuaca ekstrem berupa badai, hujan deras, dan angin kencang.

Slamet Ditunda Akibat Cuaca Ekstrem

Tim SAR, TNI, Polri, dan relawan memantau kondisi secara intensif sambil menyiapkan peralatan evakuasi lengkap. Evakuasi dijadwalkan kembali setelah cuaca membaik dengan rute aman dan koordinasi ketat, memastikan keselamatan tim dan korban.

Simak dan ikutinterus informasi terbaru dan terviral lainya hanya ada di Zona Evakuasi.

Evakuasi Korban Gunung Slamet Tertunda Akibat Badai

Evakuasi jasad Syafiq Ali yang menjadi korban di Gunung Slamet sempat tertunda akibat kondisi cuaca buruk. Badai dan hujan deras yang melanda kawasan Gunung Slamet membuat akses pendakian sangat berbahaya bagi tim SAR dan relawan. Kejadian ini memaksa pihak berwenang menunda proses evakuasi demi keselamatan tim.

Kepala Basarnas Purwokerto, Iwan Santoso, menjelaskan bahwa tim SAR tidak bisa menembus jalur pendakian yang licin dan berangin kencang. “Keselamatan tim menjadi prioritas utama. Kondisi badai membuat jalur sulit dilalui, sehingga evakuasi harus ditunda sementara,” ujar Iwan, Rabu (15/1/2026).

Meski demikian, tim SAR tetap menyiapkan peralatan evakuasi dan koordinasi dengan pihak kepolisian serta relawan lokal. Mereka memantau kondisi cuaca secara intensif agar bisa melanjutkan evakuasi saat situasi memungkinkan.

Persiapan Evakuasi Hari Ini

Evakuasi jasad Syafiq Ali dijadwalkan kembali hari ini setelah cuaca mulai membaik. Tim SAR, TNI, dan relawan pendakian akan bergerak bersama untuk memastikan proses evakuasi berjalan cepat dan aman. Semua pihak telah memetakan rute alternatif untuk menghindari lokasi yang rawan longsor akibat hujan deras.

Iwan Santoso menambahkan, “Kami telah menyiapkan peralatan lengkap, termasuk tali pengaman, tandu evakuasi, dan perlengkapan komunikasi. Tim akan bergerak begitu cuaca memungkinkan agar jasad korban bisa segera dievakuasi dengan aman.”

Selain itu, keluarga korban telah diinformasikan mengenai jadwal evakuasi hari ini. Mereka diimbau tetap tenang dan menunggu koordinasi resmi dari tim SAR, serta tidak melakukan pendakian sendiri karena jalur masih berbahaya.

Baca Juga: Longsor dan Pohon Tumbang Lumpuhkan Jalan Wisata Sembalun

Situasi Terkini di Gunung Slamet

Gunung Slamet, dengan ketinggian 3.428 meter di atas permukaan laut, termasuk gunung yang sering mengalami perubahan cuaca ekstrem. Hujan deras disertai angin kencang membuat jalur pendakian licin dan berbahaya bagi pendaki maupun tim SAR. Kawasan ini juga rawan tanah longsor, terutama di jalur pendakian Kaliwadas dan Bambangan, yang menjadi akses utama menuju lokasi kejadian.

BMKG Stasiun Klimatologi Purwokerto mencatat angin kencang dengan kecepatan 30–45 km/jam serta curah hujan tinggi melanda kawasan Gunung Slamet pada Selasa (14/1/2026). Kondisi ini mempengaruhi pergerakan tim evakuasi dan menunda proses penjemputan jasad.

Selain itu, beberapa area pendakian masih terendam lumpur dan bebatuan longsor. Tim SAR menyarankan agar pendaki yang berada di gunung menunda aktivitas sementara dan tetap mengikuti arahan resmi dari Basarnas dan pihak berwenang.

Kolaborasi dan Koordinasi Tim SAR

Evakuasi hari ini akan melibatkan koordinasi intensif antara Basarnas, TNI, Polri, dan relawan lokal. Setiap tim ditugaskan pada titik berbeda untuk mempercepat proses evakuasi dan meminimalisir risiko. Posko utama evakuasi didirikan di Basecamp Bambangan untuk memantau kondisi lapangan secara real-time.

Selain itu, tim medis juga disiagakan untuk menangani kemungkinan kondisi darurat, termasuk cedera ringan pada tim evakuasi akibat medan terjal. “Keselamatan korban dan tim adalah prioritas. Semua prosedur sudah disiapkan, termasuk komunikasi darurat jika cuaca kembali memburuk,” jelas Iwan Santoso.

Keluarga Syafiq Ali menyampaikan harapan agar proses evakuasi berjalan lancar. Mereka menghimbau masyarakat dan pendaki lain untuk menghormati proses evakuasi dan tidak mencoba mendekati lokasi. Dengan koordinasi yang baik, tim SAR optimis jasad korban bisa segera dievakuasi dengan aman dan proses.

Jangan lewatkan update berita seputaran Zona Evakuasi serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.


Sumber Informasi Gambar:

  1. Gambar Utama dari news.detik.com
  2. Gambar Kedua dari kompas.com