Kebakaran hutan di Pegunungan Bona Lumban, Tapteng berhasil dipadamkan, Petugas berjibaku padamkan api dan cegah meluasnya kerusakan.
Kebakaran hebat yang melanda Pegunungan Bona Lumban, Tapteng akhirnya berhasil dipadamkan. Berkat kerja keras petugas, api kini terkendali, meski dampaknya masih harus ditangani.
Mari simak kronologi Zona Evakuasi dan upaya pemadaman yang dilakukan di wilayah rawan kebakaran ini.
Kebakaran Hutan Terjadi Di Pegunungan Bona Lumban Tapteng
Kebakaran hutan melanda Pegunungan Bona Lumban, Sibuluan Nauli, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng). Api mulai muncul pada Jumat (23/1/2026) malam dan sempat membakar area luas sebelum berhasil dikendalikan.
Kapolres Tapteng AKBP Muhammad Alan Haikel menjelaskan, tim gabungan dari kepolisian dan pemadam kebakaran langsung diterjunkan untuk menaklukkan kobaran api. Kejadiannya Jumat malam, sudah berusaha dipadamkan oleh tim Polsek dan pemadam, ujar Alan, Selasa (27/1/2026).
Kebakaran ini sempat memicu kekhawatiran warga sekitar karena api bisa menyebar ke permukiman atau hutan lindung. Berkat upaya cepat petugas, situasi saat ini sudah aman, dan tidak ada lagi titik api yang menyebar ke wilayah lain.
Upaya Pemadaman Dan Kondisi Terkini
Proses pemadaman dilakukan secara bertahap dengan metode manual dan penyemprotan air dari mobil pemadam. Petugas juga melakukan pengawasan di lokasi untuk memastikan tidak ada bara api tersisa.
Sekarang api sudah padam, kondisi di lokasi sudah aman, kata Kapolres Alan. Tim gabungan tetap berada di sekitar lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya api kembali akibat sisa bara atau angin kencang.
Selain itu, pihak kepolisian melakukan pendataan area yang terdampak untuk menilai kerusakan lahan. Evakuasi atau pembatasan akses tidak diperlukan karena kebakaran berhasil dikendalikan sebelum meluas ke permukiman warga.
Baca Juga: Kejar Waktu! Evakuasi Korban Longsor Cisarua Gunakan 8 Alat Berat
Dugaan Penyebab Dan Penyidikan
Penyebab kebakaran masih diselidiki pihak kepolisian. Alan menekankan, pihaknya akan mencari tahu pemilik lahan yang terdampak sekaligus memastikan apakah kebakaran terjadi karena kelalaian atau pembukaan lahan secara sengaja.
Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membakar lahan sembarangan, apalagi kondisi cuaca tidak menentu, katanya. Pendekatan preventif menjadi prioritas agar peristiwa serupa tidak terulang, apalagi saat musim kemarau atau hujan ekstrem.
Warga sekitar menduga kebakaran dilakukan untuk membuka lahan baru. Jainudin Zai, warga Sibuluan Nauli, menyebut lahan yang dibakar sebagian besar sebelumnya rusak akibat banjir bandang. Ia memperkirakan, pembakaran sengaja dilakukan agar lahan bisa kembali produktif.
Edukasi Dan Pencegahan Bencana
Warga berharap pemerintah dan aparat melakukan edukasi agar masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar, demi mencegah bencana susulan. Harus diedukasi supaya tidak terjadi bencana lagi, kata Jainudin.
Pihak kepolisian menambahkan, jika ditemukan indikasi pembakaran oleh pihak luar desa, pelaku akan diproses hukum sesuai aturan yang berlaku. Hal ini penting untuk menegakkan efek jera dan menjaga keamanan hutan.
Selain itu, penanaman kembali dan pengawasan rutin menjadi langkah jangka panjang untuk mencegah kebakaran di masa mendatang. Kolaborasi warga, aparat, dan pemerintah daerah menjadi kunci menjaga keberlangsungan lingkungan Pegunungan Bona Lumban.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari rri.co.id