Tunawisma Ditemukan Meninggal di Trotoar Palembang, Sempat Merintih Kesakitan

Trotoar Palembang, Sempat MerintihTrotoar Palembang, Sempat Merintih
Bagikan

Seorang tunawisma ditemukan meninggal di trotoar Jalan Jenderal Sudirman, Palembang, setelah sempat terdengar merintih kesakitan oleh warga sekitar.

Tunawisma Ditemukan Meninggal di Trotoar Palembang, Sempat Merintih Kesakitan

Korban diperkirakan berusia 50 tahun dan diduga meninggal karena kondisi kesehatan memburuk. Petugas kepolisian dan Dinas Sosial segera mengevakuasi jenazah, sementara warga menyayangkan minimnya fasilitas untuk tunawisma.

Simak dan ikutinterus informasi terbaru dan terviral lainya hanya ada di Zona Evakuasi.

Tunawisma Ditemukan Tak Bernyawa di Trotoar Kota

Seorang pria tunawisma ditemukan meninggal dunia di atas trotoar di kawasan pusat Kota Palembang, Sumatera Selatan. Penemuan tersebut menggegerkan warga sekitar yang sejak pagi hari melihat korban tergeletak dalam kondisi tidak bergerak. Lokasi kejadian berada di area yang cukup ramai dilalui pejalan kaki dan kendaraan.

Menurut keterangan warga, korban sebelumnya terlihat masih bernapas dan sempat merintih kesakitan pada malam hari. Beberapa orang mengira korban hanya sedang beristirahat seperti biasanya, mengingat ia kerap terlihat tidur di sekitar lokasi tersebut. Namun hingga pagi hari, korban tak menunjukkan tanda-tanda kehidupan.

Warga kemudian melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian. Petugas yang datang ke lokasi langsung memasang garis pengaman dan melakukan pemeriksaan awal terhadap kondisi korban. Jenazah selanjutnya dievakuasi ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut.

Cerita Warga dan Kondisi Terakhir Korban

Sejumlah warga mengaku mengenal korban sebagai tunawisma yang telah lama beraktivitas di kawasan tersebut. Korban dikenal tidak mengganggu dan sering meminta bantuan makanan dari warga sekitar. Pada malam sebelum ditemukan meninggal, beberapa saksi mendengar korban mengeluh sakit sambil terbaring di trotoar.

Salah satu pedagang di sekitar lokasi mengatakan bahwa korban tampak lemah dan sulit berdiri. Warga sempat memberikan air minum, namun korban menolak untuk dibawa ke fasilitas kesehatan. Kondisi tersebut dianggap sebagai hal biasa oleh sebagian orang yang terbiasa melihat korban hidup di jalanan.

Keesokan paginya, warga mulai curiga karena korban tidak bergerak sama sekali. Setelah dicek lebih dekat, korban ternyata sudah tidak bernapas. Kejadian ini membuat warga merasa terpukul dan menyesal karena tidak segera melaporkan kondisi korban sejak malam sebelumnya.

Baca Juga: Tragedi Sitaro: Banjir Bandang Tewaskan 16 Orang, Evakuasi Masih Berlanjut

Langkah Polisi dan Dugaan Awal Kematian

Langkah Polisi dan Dugaan Awal Kematian

Pihak kepolisian memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban berdasarkan pemeriksaan awal di lokasi kejadian. Polisi menduga korban meninggal dunia akibat sakit yang dideritanya, mengingat kondisi fisik korban yang terlihat lemah dan kurang terawat.

Jenazah korban dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan medis guna memastikan penyebab kematian. Polisi juga berupaya mengidentifikasi identitas korban, meski hingga saat ini belum ditemukan dokumen pribadi yang melekat pada tubuh korban.

Pihak berwenang mengimbau masyarakat agar segera melapor jika menemukan orang dengan kondisi darurat di ruang publik. Langkah cepat dinilai sangat penting untuk mencegah kejadian serupa terulang, terutama bagi kelompok rentan seperti tunawisma.

Sorotan terhadap Penanganan Tunawisma

Peristiwa ini kembali menyoroti persoalan penanganan tunawisma di Kota Palembang. Pemerhati sosial menilai bahwa kejadian tersebut mencerminkan masih lemahnya sistem perlindungan bagi warga terlantar, khususnya dalam hal akses layanan kesehatan.

Pemerintah daerah didorong untuk meningkatkan patroli sosial dan memperkuat kerja sama dengan dinas sosial serta fasilitas kesehatan. Penjangkauan rutin terhadap tunawisma dinilai penting agar mereka bisa mendapatkan bantuan medis dan tempat tinggal sementara.

Selain peran pemerintah, masyarakat juga diharapkan lebih peduli terhadap kondisi sekitar. Kepedulian dan tindakan cepat dapat menyelamatkan nyawa, terutama bagi mereka yang hidup dalam keterbatasan. Kejadian ini diharapkan menjadi pembelajaran bersama agar kasus serupa tidak kembali terjadi di kemudian hari.

Jangan lewatkan update berita seputaran Zona Evakuasi serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.


Sumber Informasi Gambar:

  1. Gambar Utama dari regional.kompas.com
  2. Gambar Kedua dari sumsel.akurat.co