Tanah Longsor Sukajaya Bogor, 4 Rumah Rusak, 2 Keluarga Mengungsi

Tanah Longsor Sukajaya Bogor, 4 Rumah Rusak, 2 Keluarga MengungsiTanah Longsor Sukajaya Bogor, 4 Rumah Rusak, 2 Keluarga Mengungsi
Bagikan

Hujan deras dengan intensitas tinggi kembali melanda wilayah Bogor, Jawa Barat, menyebabkan bencana dan kerusakan pada sejumlah area.

Tanah Longsor Sukajaya Bogor, 4 Rumah Rusak, 2 Keluarga Mengungsi

Kali ini, tanah longsor melanda Desa Harkatjaya, Kecamatan Sukajaya, mengakibatkan kerusakan pada sejumlah rumah warga dan memaksa dua keluarga untuk mengungsi.​ Peristiwa ini terjadi di tengah kondisi cuaca ekstrem yang sering melanda Indonesia, menyoroti pentingnya kewaspadaan dan mitigasi bencana di daerah-daerah rawan longsor.

Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Zona Evakuasi.

Hujan Deras Picu Longsor Di Sukajaya

Bencana tanah longsor ini dipicu oleh hujan deras yang mengguyur wilayah Sukajaya Bogor dalam durasi cukup lama. Intensitas hujan yang tinggi menyebabkan struktur tanah menjadi labil, tidak mampu menahan beban, dan akhirnya bergerak menuruni lereng. Hal ini dikonfirmasi oleh Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M. Adam Hamdani.

Menurut Adam, kejadian longsor ini berdampak pada beberapa titik permukiman warga. Ukuran longsoran bervariasi, namun cukup besar untuk menyebabkan kerusakan signifikan pada infrastruktur di sekitarnya. Peristiwa ini terjadi pada Senin, 12 Januari 2026, menimbulkan kerugian material dan membuat warga khawatir.

Longsor tidak hanya merusak permukiman, tetapi juga mengancam keselamatan warga. Kondisi geografis Bogor yang berbukit-bukit menjadikannya daerah rawan longsor, terutama saat musim hujan. Oleh karena itu, kesiapsiagaan masyarakat dan pemerintah setempat sangat krusial.

Empat Kampung Terdampak, Rumah Rusak Beragam

Tanah longsor menerjang empat kampung di Desa Harkatjaya, yakni Kampung Banar, Pasir Kupa, Kebon Kanas, dan Cangcorang Lebak. Dampak kerusakan yang ditimbulkan berbeda-beda di setiap lokasi, mencerminkan variasi intensitas longsoran dan kondisi bangunan. Kerusakan ini menambah daftar panjang korban bencana alam.

Di Kampung Banar, satu unit rumah dilaporkan mengalami kerusakan sedang. Sementara itu, di Kampung Cangcorang Lebak, satu unit rumah mengalami kerusakan berat, menunjukkan dampak longsor yang lebih parah di area tersebut. Kerugian ini tentu sangat memukul warga pemilik rumah.

Selanjutnya, di Kampung Pasir Kupa, tercatat satu unit rumah mengalami kerusakan sedang. Terakhir, di Kampung Kebon Kanas, satu unit rumah mengalami kerusakan ringan. Selain empat rumah yang rusak, enam unit rumah lainnya di desa tersebut juga terancam longsor, membutuhkan perhatian serius.

Baca Juga: Evakuasi Dramatis KM Nabilah di Kepulauan Seribu, Seluruh Penumpang Selamat

Dua Keluarga Mengungsi, Fasilitas Umum Ikut Terdampak

Dua Keluarga Mengungsi, Fasilitas Umum Ikut Terdampak

Meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa longsor ini, dampaknya tetap serius bagi warga. Dua keluarga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman demi keselamatan mereka. Satu keluarga dari Kampung Banar dan satu keluarga dari Kampung Cangcorang Lebak kini membutuhkan bantuan dan dukungan.

Selain rumah warga, tanah longsor juga menimpa bagian belakang sebuah majelis taklim, menunjukkan bahwa fasilitas umum pun tidak luput dari ancaman bencana ini. Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran akan keberlanjutan kegiatan sosial dan keagamaan masyarakat.

Lebih lanjut, jalan warga sepanjang 15 meter mengalami keretakan dan amblas akibat longsor. Kerusakan infrastruktur ini mengganggu aksesibilitas dan mobilitas warga, serta membutuhkan perbaikan segera agar aktivitas sehari-hari dapat kembali normal.

Penanganan Cepat Dan Antisipasi Bencana Susulan

Saat ini, lokasi longsor sedang dalam proses pembersihan oleh tim gabungan. Material longsoran diupayakan disingkirkan agar tidak menimbulkan bahaya lebih lanjut dan memperlancar akses. Upaya ini merupakan langkah awal dalam proses pemulihan pasca-bencana.

Untuk mengantisipasi longsor susulan, longsoran yang ada ditopang dengan potongan bambu. Penopang ini berfungsi sebagai penguat sementara untuk menahan tanah agar tidak meluas atau kembali longsor, terutama mengingat curah hujan yang masih tinggi.

Situasi ini menuntut kewaspadaan tinggi dari warga dan pemerintah daerah. Edukasi mengenai mitigasi bencana, pemetaan daerah rawan, serta sistem peringatan dini sangat penting untuk meminimalkan risiko di masa mendatang. Semua pihak diharapkan bahu-membahu menjaga keselamatan bersama.

Jangan lewatkan update berita seputaran Zona Evakuasi serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.


Sumber Informasi Gambar:

    • Gambar Utama dari news.detik.com
    • Gambar Kedua dari pon.antaranews.com

By Evelyn