Rico Waas Desak Gedung Bertingkat Medan Siapkan Evakuasi Maksimal, Larangan Keras Gang Kebakaran

Rico Waas Desak Gedung Bertingkat Medan Siapkan Evakuasi MaksimalRico Waas Desak Gedung Bertingkat Medan Siapkan Evakuasi Maksimal
Bagikan

Wali Kota Medan, Rico Waas, mendesak semua gedung bertingkat menyiapkan evakuasi maksimal dan cegah penyalahgunaan gang kebakaran.

Rico Waas Desak Gedung Bertingkat Medan Siapkan Evakuasi Maksimal

Keselamatan publik di Medan menjadi prioritas, terutama dengan maraknya pembangunan gedung bertingkat. Ancaman kebakaran menuntut kesiapsiagaan optimal dari semua pihak. Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menekankan pentingnya sistem evakuasi jelas dan larangan penyalahgunaan gang kebakaran guna menjamin keamanan warga.

Berikut ini Zona Evakuasi akan menjelaskan bagaimana BMKG berupaya menjadikan Indonesia lebih tangguh menghadapi tantangan cuaca dan iklim.

Peningkatan Ketangguhan Bencana, Arahan Strategis Wali Kota

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas memimpin Rapat Kerja Tematik Pelaksanaan Pembangunan Kota Medan Tahun 2026. Fokus rapat adalah peningkatan ketangguhan bencana, pengendalian banjir, dan kesiapsiagaan kota. Hal ini menunjukkan komitmen serius Pemerintah Kota Medan dalam menghadapi potensi ancaman bencana yang ada.

Dalam arahannya, Rico Waas menekankan urgensi gedung-gedung bertingkat untuk memiliki jalur penyelamatan yang berfungsi optimal. Jalur evakuasi harus jelas dan mudah diakses untuk memastikan keselamatan penghuni saat terjadi keadaan darurat. Ini adalah langkah krusial dalam mitigasi risiko.

Rapat kerja tersebut turut dihadiri oleh Wakil Wali Kota H. Zakiyuddin Harahap, Sekda Wiriya Alrahman, Kepala Bappeda Ferri Ichsan, Inspektur Erfin Fahrurrazi, serta sejumlah kepala dinas. Kehadiran para pejabat ini menegaskan bahwa isu kesiapsiagaan bencana adalah tanggung jawab bersama di lingkungan Pemkot Medan.

Larangan Keras Penyalahgunaan Gang Kebakaran Dan Potensi Bahaya Listrik

Wali Kota dengan tegas melarang penyalahgunaan gang kebakaran untuk aktivitas yang tidak sesuai peruntukannya, seperti berjualan. Praktik ini sangat berbahaya karena dapat menghambat proses evakuasi dan penyelamatan saat terjadi kebakaran. Akses darurat harus selalu steril dan siap digunakan.

Selain akses penyelamatan, perhatian juga diarahkan pada kondisi instalasi listrik di bangunan. Kabel-kabel lama berpotensi memicu kebakaran, mengingat laporan kejadian kebakaran di Medan pada tahun 2025 tergolong tinggi. Pencegahan dini terhadap potensi bahaya listrik menjadi sangat vital.

Data tahun 2025 menunjukkan tingginya angka kejadian kebakaran di Kota Medan, bahkan dengan lonjakan signifikan di salah satu bulan. Fakta ini menjadi dasar kuat bagi Pemkot untuk lebih serius dalam upaya pencegahan dan peningkatan kewaspadaan di seluruh elemen masyarakat dan bangunan.

Baca Juga: Evakuasi Ekstrem di Gunung Slamet, 15 Jam Tim SAR Evakuasi Jasad Syafiq Ali

Edukasi Masyarakat Dan Penguatan Damkarmat, Pilar Kesiapsiagaan

 Edukasi Masyarakat Dan Penguatan Damkarmat, Pilar Kesiapsiagaan​

Upaya pencegahan kebakaran tidak hanya bergantung pada penguatan peralatan Damkarmat, tetapi juga edukasi masyarakat. Pemahaman akan langkah-langkah evakuasi yang benar dan kebiasaan sederhana seperti tidak meninggalkan kompor menyala, perlu terus diperkuat sejak dini. Kesadaran kolektif adalah kunci.

Pemerintah Kota Medan berkomitmen memperkuat Damkarmat, baik dari sisi peralatan maupun kelembagaan, termasuk percepatan pembentukan UPT-UPT baru. Evaluasi kebutuhan didasarkan pada pengalaman penanganan bencana besar pada 27 November lalu. Hal ini untuk memastikan kesiapan respons yang cepat dan efektif.

Wali Kota juga menyampaikan apresiasi kepada Damkarmat atas keterlibatannya membantu penanganan bencana di Aceh Tamiang. Kesiapan lintas daerah ini menunjukkan kapasitas dan profesionalisme Damkarmat, yang perlu terus ditingkatkan dan dijadikan contoh bagi daerah lain.

Standarisasi Evakuasi Dan Antisipasi Bangunan Tinggi

Seiring diberlakukannya Peraturan Daerah yang baru, pemeriksaan bangunan dapat dilakukan, termasuk Alat Pemadam Api Ringan (APAR) pada gedung usaha dan berisiko tinggi. Standarisasi sistem evakuasi antara Damkarmat dan BPBD sangat penting untuk memastikan kesiapan pengelola dan pengunjung gedung.

Banyak pengunjung gedung yang belum mengetahui lokasi tangga darurat, sehingga diperlukan kejelasan rambu dan pengumuman berkala melalui pengeras suara. Informasi yang jelas dan mudah diakses akan membantu mempermudah proses evakuasi dan menyelamatkan lebih banyak jiwa saat terjadi bencana.

Sekretaris Daerah Wiriya Alrahman menambahkan, Damkarmat perlu mengantisipasi bertambahnya bangunan tinggi di Medan dengan pengadaan mobil tangga setinggi 100 meter. Usulan ini diharapkan dapat diajukan pada Perubahan APBD, sebagai langkah antisipasi menekan risiko korban jiwa di masa depan.

Jangan lewatkan update berita seputaran Zona Evakuasi serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Utama dari portal.medan.go.id
  • Gambar Kedua dari medan.tribunnews.com

By Lucas