Angin puting beliung terjang Pesisir Selatan, 3 rumah rusak, atap terbang, warga panik dan evakuasi darurat berlangsung cepat.
Fenomena ini terjadi secara mendadak, memaksa warga segera mengamankan diri dan harta benda. Kerusakan menimbulkan kepanikan, terutama bagi keluarga dengan anak-anak.
Tim darurat dan aparat setempat langsung turun ke lokasi untuk menilai kerusakan dan membantu Zona Evakuasi, sementara warga diminta tetap waspada menghadapi kemungkinan angin susulan.
Angin Puting Beliung Landa Pesisir Selatan
Kamis (27/2/2026) malam, Pesisir Selatan diterjang angin puting beliung yang merusak beberapa rumah warga. Fenomena ini memicu kepanikan di sejumlah nagari karena kerusakan yang signifikan.
Beberapa rumah rusak parah, baik akibat langsung diterjang angin maupun tertimpa pohon tumbang. Kerusakan membuat sebagian rumah tidak layak huni sementara warga harus mengamankan diri.
BPBD Pesisir Selatan segera menerima laporan dan memantau lokasi terdampak, memastikan kondisi warga dan menyiapkan langkah mitigasi darurat untuk mencegah risiko lebih lanjut.
Lokasi Dan Kronologi Peristiwa
Peristiwa pertama terjadi di Simaung Cumateh, Nagari Duku, Kecamatan Koto XI Tarusan, pukul 18.55 WIB. Rangka atap rumah dan plafon terbawa angin sehingga rumah tidak bisa dihuni.
Kejadian kedua di Muaro Bayang, Nagari Pasar Baru, Kecamatan Bayang, pukul 19.05 WIB. Sebuah pohon pinus tumbang menimpa rumah milik Irwan (46), meski rumah tersebut tidak dihuni saat kejadian.
Peristiwa berikutnya berlangsung di area belakang SMK Kelautan, Nagari Sago, Kecamatan IV Jurai, sekitar pukul 19.30 WIB. Pohon cemara udang menimpa rumah milik Frengki (39), namun rumah masih bisa dihuni meski rusak di bagian atap.
Dampak pada Warga Dan Rumah
Kerusakan terparah terjadi pada rumah di Nagari Duku, di mana atap dan plafon rumah terbang terbawa angin. Warga setempat tidak dapat menempati rumah dan harus menata ulang sisa material bangunan.
Di rumah Frengki, meski pohon menimpa atap, penghuni masih bisa bertahan di dalam rumah. Aktivitas sehari-hari terganggu karena sebagian rumah rusak, terutama bagian belakang dan atap yang menahan hujan.
Secara keseluruhan, tiga rumah terdampak mengalami kerugian materi diperkirakan mencapai sekitar Rp60 juta. Kerugian ini mencakup perbaikan atap, plafon, dan material rumah yang rusak akibat angin dan pohon tumbang.
Baca Juga: Ironis! Infrastruktur Di Lombok Barat Amblas Tak Lama Usai Perbaikan
Penanganan Tim BPBD
Plt Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Pesisir Selatan, Hendri Agustian, menyatakan Tim Reaksi Cepat langsung turun ke lokasi setelah laporan diterima. Evakuasi pohon tumbang menjadi prioritas untuk mengamankan akses jalan dan rumah warga.
Selain mengevakuasi pohon, tim juga menilai kondisi rumah terdampak. Bantuan darurat berupa kebutuhan pokok disiapkan bagi warga yang rumahnya tidak bisa dihuni sementara.
Langkah mitigasi BPBD mencakup pemantauan cuaca dan mengimbau warga tetap siaga terutama saat hujan deras, karena risiko pohon tumbang atau pergerakan angin kencang masih tinggi.
Pencegahan Dan Waspada Bencana
BPBD Pesisir Selatan menekankan pentingnya kewaspadaan warga. Mereka diminta memantau kondisi lingkungan sekitar rumah, khususnya pohon tua atau struktur rumah yang rawan rusak.
Selain itu, masyarakat diingatkan untuk segera melapor jika ada pohon tumbang atau kerusakan lain agar tim reaksi cepat bisa menangani dengan segera. Langkah ini penting untuk mencegah korban jiwa atau kerugian tambahan.
Kejadian ini menjadi pengingat bagi warga pesisir agar selalu siap menghadapi cuaca ekstrem. Mitigasi bencana dan koordinasi dengan pihak berwenang dapat meminimalkan kerugian materi dan risiko terhadap keselamatan.
Kesiapsiagaan Pemerintah Dan Warga
Aparat pemerintah daerah bekerja sama dengan BPBD tetap mengawasi kondisi terkini di wilayah Pesisir Selatan. Tim darurat disiagakan untuk merespons cepat jika ada laporan tambahan akibat angin kencang atau puting beliung susulan.
Warga diimbau tetap tenang namun waspada, menjaga keselamatan diri dan keluarga. Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat untuk menjauhi area rawan pohon tumbang dan memperkuat struktur rumah jika memungkinkan.
Dengan koordinasi yang baik antara aparat pemerintah dan warga, dampak bencana dapat diminimalkan. Kesiapsiagaan tetap menjadi kunci dalam menghadapi bencana angin puting beliung di wilayah pesisir.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari sumbarkita.id
- Gambar Kedua dari sumbarkita.id