Minggu sore di Desa Rompang, Kecamatan Rompang, Sumbawa, tiba-tiba berubah menjadi momen mencekam bagi warga setempat.
Hujan deras selama enam jam membawa lumpur, bebatuan, dan potongan pohon, mengubah desa yang tenang menjadi lokasi bencana. Sebanyak 305 keluarga terdampak langsung oleh banjir bandang yang menerjang tiga dusun di desa tersebut. Warga yang semula beraktivitas santai kini harus berjuang membersihkan rumah dan mencari bantuan darurat. Dapatkan update berita terkini seputar Zona Evakuasi dan informasi menarik yang memperluas pengetahuan Anda.
Banjir Bandang Menghantam Desa
Banjir bandang terjadi pada pukul 11.00 hingga 16.00 Wita, ketika hujan deras mengguyur wilayah Sumbawa dari puncak gunung di sekitar desa. Air yang turun membawa material berat dan menghantam rumah-rumah warga secara langsung. Tiga dusun, yakni Dusun Rompang A, Dusun Rompang B, dan Dusun Semaning, mengalami kerusakan parah. Warga terpaksa menyelamatkan harta benda mereka sambil menghadapi derasnya arus lumpur.
Petugas BPBD Sumbawa langsung diterjunkan untuk melakukan assessment awal dan mengevakuasi warga yang terjebak. Kondisi jalan yang terputus dan rumah yang rusak berat membuat proses evakuasi menantang, namun warga dibantu oleh TNI, Polri, relawan, dan pramuka untuk memastikan keselamatan semua keluarga terdampak.
Kerusakan awal mencatat 85 keluarga terdampak di Dusun Rompang A, 120 keluarga di Dusun Rompang B, dan 100 keluarga di Dusun Semaning. Namun, petugas masih melakukan penilaian lebih lanjut karena banyak rumah dan fasilitas umum yang belum terdeteksi kerusakannya.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026! Nonton Semua Pertandingan Tanpa Batas, lewat LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal. Ayo Download Sekarang!
Dampak bagi Warga
Banjir bandang tidak hanya menghancurkan rumah warga, tetapi juga memengaruhi kehidupan sehari-hari masyarakat desa. Banyak keluarga kehilangan peralatan rumah tangga, persediaan makanan, hingga ternak yang terbawa arus. Aktivitas sekolah, perdagangan lokal, dan transportasi desa turut terganggu akibat lumpur yang menutupi jalan dan jembatan.
Warga yang selamat harus bekerja sama membersihkan rumah mereka dengan bantuan tim gabungan. Proses pembersihan berjalan lambat karena banyak material berat seperti batu dan kayu yang menutupi jalan dan pekarangan rumah. BPBD juga menyiapkan tenda darurat dan logistik untuk membantu warga bertahan sementara hingga kondisi kembali normal.
Selain kerugian materi, trauma psikologis juga dirasakan oleh anak-anak dan lansia. Mereka menjadi saksi langsung kehancuran yang disebabkan oleh bencana alam ini, dan membutuhkan dukungan dari pihak keluarga dan relawan untuk menenangkan kondisi emosional mereka.
Baca Juga: Tol Jagorawi Macet! Mobil Boks Terbalik, Zona Evakuasi Siaga
Respons Dan Bantuan Darurat
BPBD Sumbawa bersama aparat setempat segera menyalurkan bantuan darurat berupa makanan siap saji, air bersih, pakaian, dan obat-obatan. Tim gabungan dibagi ke tiga dusun terdampak agar bantuan bisa tepat sasaran. Sementara itu, relawan lokal dan pramuka turut membantu membersihkan puing-puing dan memulihkan fasilitas umum seperti sekolah dan pos kesehatan.
Petugas juga menegaskan bahwa potensi bencana serupa masih mungkin terjadi. Mereka mengimbau warga untuk tetap waspada selama musim hujan dan menjaga keamanan rumah serta harta benda. Informasi terbaru mengenai kondisi desa dan bantuan terus diperbarui oleh BPBD secara berkala.
Selain itu, pemerintah daerah menyiapkan rencana jangka panjang untuk memperbaiki saluran air, memperkuat tanggul, dan membangun sistem peringatan dini untuk mencegah kerusakan lebih parah di masa depan. Kerjasama antara masyarakat, pemerintah, dan relawan menjadi kunci agar bencana ini tidak menimbulkan korban jiwa lebih banyak.
Pemulihan Dan Harapan Warga
Meski Desa Rompang diterjang banjir bandang, warga bertekad untuk bangkit dan membangun kembali rumah mereka. Bantuan dari pemerintah dan relawan menjadi harapan bagi 305 keluarga terdampak. Pembersihan rumah, pemulihan fasilitas, dan distribusi logistik menjadi prioritas utama.
Beberapa warga mengungkapkan rasa syukur karena seluruh anggota keluarga selamat. Mereka berencana membangun rumah dengan material yang lebih kuat agar bisa menahan banjir di masa mendatang. Dukungan psikologis juga diberikan kepada anak-anak yang ketakutan akibat bencana.
BPBD menegaskan akan terus memantau kondisi desa dan memastikan bantuan serta pemulihan berjalan maksimal. Desa Rompang menjadi simbol ketangguhan warga dalam menghadapi bencana alam. Warga berharap peristiwa ini menjadi pelajaran penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim hujan yang akan datang.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari detik.com