Suasana Hari Pertama Lebaran di Depok berubah drastis ketika hujan deras menyebabkan banjir meluas dan merendam kawasan padat penduduk.
Dalam waktu singkat, air mulai meluap dan merendam permukiman di berbagai wilayah, membuat suasana yang awalnya penuh kebahagiaan berganti menjadi kepanikan. Ribuan rumah terendam dan warga terpaksa berjuang menyelamatkan diri serta barang berharga di tengah genangan air yang terus naik. Simak selengkapnya hanya di Zona Evakuasi.
Ribuan Rumah Depok Terendam Banjir
Hujan deras yang mengguyur Kota Depok pada hari pertama Idulfitri 2026 membawa dampak serius bagi warga. Sejumlah wilayah pemukiman terendam banjir hingga menyebabkan aktivitas masyarakat terganggu di momen yang seharusnya penuh kebahagiaan. Air yang meluap dari beberapa sungai membuat ribuan rumah warga tergenang dalam waktu singkat.
Berdasarkan data awal dari petugas penanggulangan bencana, banjir ini tidak hanya merendam rumah, tetapi juga berdampak pada ribuan jiwa yang harus mengungsi atau menyelamatkan diri ke tempat lebih aman. Kondisi ini membuat aparat gabungan bergerak cepat melakukan evakuasi di berbagai titik terdampak.
Peristiwa ini menjadi sorotan karena terjadi tepat di hari besar keagamaan, ketika banyak warga sedang merayakan Lebaran bersama keluarga. Namun, derasnya curah hujan membuat suasana berubah drastis menjadi kondisi darurat di beberapa kecamatan.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026! Nonton Semua Pertandingan Tanpa Batas, lewat LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal. Ayo Download Sekarang!
Wilayah Terdampak Banjir Di Depok
Banjir melanda beberapa kecamatan utama di Kota Depok, di antaranya Cimanggis, Sukmajaya, Cilodong, dan Tapos. Keempat wilayah ini menjadi titik terdampak paling luas akibat luapan air dari sungai dan drainase yang tidak mampu menampung volume hujan tinggi.
Di Kecamatan Cimanggis, sejumlah kelurahan seperti Mekarsari, Tugu, dan Pasir Gunung Selatan menjadi wilayah dengan dampak paling signifikan. Beberapa RW bahkan terendam dengan ketinggian air yang cukup mengkhawatirkan, membuat warga kesulitan beraktivitas.
Sementara itu, wilayah Sukmajaya, Cilodong, dan Tapos juga mengalami genangan dengan skala berbeda. Meski tidak merata, beberapa RT dan RW tetap terdampak cukup serius hingga memaksa warga untuk tetap waspada terhadap kemungkinan air susulan.
Baca Juga: Jalan Layang MBZ Lumpuh, Insiden Mobil Terbakar Bikin Arus Lalu Lintas Kacau
Ribuan Rumah Dan Warga Terdampak
Berdasarkan laporan petugas penanggulangan bencana, tercatat sekitar 3.675 rumah terendam banjir di berbagai titik Kota Depok. Jumlah ini menunjukkan bahwa dampak banjir cukup luas dan tidak hanya terpusat di satu kawasan saja.
Selain rumah yang terendam, sekitar 14.700 jiwa turut terdampak akibat peristiwa ini. Banyak warga yang harus menghadapi situasi darurat di tengah perayaan Lebaran, termasuk menyelamatkan barang berharga dan mencari tempat aman.
Kondisi ini membuat pemerintah daerah bersama tim gabungan langsung turun ke lapangan untuk membantu proses evakuasi dan pendataan korban terdampak. Fokus utama adalah memastikan keselamatan warga di wilayah banjir.
Upaya Penanganan dan Evakuasi Warga
Petugas gabungan dari berbagai unsur langsung dikerahkan untuk membantu proses evakuasi warga terdampak banjir. Aparat bersama tim penyelamat berupaya mengevakuasi warga yang masih terjebak di rumah masing-masing.
Selain evakuasi, bantuan logistik dan pendataan warga terdampak juga dilakukan secara bertahap. Pemerintah daerah berkoordinasi dengan dinas terkait untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi selama masa darurat.
Hingga laporan terakhir, sebagian wilayah mulai menunjukkan tanda-tanda surutnya air. Meski begitu, petugas tetap siaga mengantisipasi kemungkinan hujan susulan serta dampak lanjutan yang bisa terjadi di beberapa titik rawan.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari detik.com