Banjir di Pasaman menyebabkan 2 warga terseret arus, 1 tewas dan 1 hilang, zona evakuasi diperluas demi keselamatan warga.
Bencana banjir yang melanda wilayah Pasaman kembali menimbulkan duka mendalam setelah dua warga dilaporkan terseret derasnya arus sungai. Satu korban ditemukan meninggal dunia, sementara satu lainnya masih dalam pencarian oleh tim SAR gabungan.
Situasi ini membuat pemerintah daerah memperluas zona evakuasi guna mengantisipasi potensi bahaya susulan. Kondisi di lapangan pun masih terus dipantau ketat karena cuaca ekstrem yang belum menunjukkan tanda mereda. Bagaimana kronologi lengkap dan upaya penyelamatan yang dilakukan? Berikut penjelasannya di Zona Evakuasi.
2 Orang Hanyut Terseret Banjir Di Pasaman, 1 Tewas 1 Hilang
Bencana banjir melanda Nagari Simpang Alahan Mati, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, pada Selasa (14/4/2026) hingga menyebabkan dua orang terseret arus deras. Peristiwa ini terjadi saat hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut dalam waktu cukup lama.
Dua korban diketahui berada di dalam kendaraan yang tengah melintas di kawasan terdampak banjir. Namun, derasnya arus sungai membuat kendaraan mereka tidak mampu bertahan dan akhirnya terseret air bah.
Hingga Rabu (15/4/2026), satu korban berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sementara satu korban lainnya masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026! Nonton Semua Pertandingan Tanpa Batas, lewat LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal. Ayo Download Sekarang!
Kronologi Kejadian Banjir Di Pasaman
Peristiwa bermula ketika hujan deras mengguyur wilayah Pasaman dan sekitarnya tanpa henti sejak siang hingga malam hari. Kondisi tersebut menyebabkan beberapa sungai meluap dan merendam jalan utama.
Pada saat kejadian, kendaraan yang ditumpangi para korban tengah melintas di jalur yang sudah mulai tergenang air. Diduga, pengemudi tidak menyadari besarnya debit air yang terus meningkat dengan cepat.
Akibatnya, kendaraan tersebut terseret arus deras hingga akhirnya masuk ke aliran sungai. Warga yang berada di sekitar lokasi sempat berusaha memberikan pertolongan, namun kuatnya arus membuat upaya penyelamatan sulit dilakukan.
Baca Juga: Sekolah Terendam Banjir Di Bandung, Ratusan Siswa Dialihkan Ke Pembelajaran Online
Proses Pencarian Dan Evakuasi Korban
Tim SAR gabungan bersama aparat kepolisian dan warga setempat segera melakukan pencarian setelah menerima laporan kejadian. Pencarian dilakukan dengan menyisir sepanjang aliran sungai dan area terdampak banjir.
Upaya pencarian dilakukan menggunakan perahu karet serta metode penyisiran manual di tepi sungai. Namun, kondisi arus yang masih deras menjadi kendala utama dalam proses evakuasi.
Hingga laporan terakhir, satu korban telah berhasil ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa, sementara satu korban lainnya masih belum ditemukan dan pencarian terus dilanjutkan secara intensif.
Dampak Banjir Dan Kondisi Wilayah
Selain menelan korban jiwa, banjir juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas dan infrastruktur di wilayah Pasaman. Beberapa akses jalan dilaporkan sempat terputus akibat tingginya genangan air.
Warga di sekitar lokasi kejadian juga terpaksa meningkatkan kewaspadaan karena curah hujan masih berpotensi tinggi dalam beberapa hari ke depan. Kondisi ini membuat aktivitas masyarakat terganggu.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus memantau perkembangan situasi dan mengimbau masyarakat untuk menjauhi aliran sungai selama kondisi cuaca ekstrem masih berlangsung.
Zona Evakuasi Dan Imbauan Keselamatan Warga
Pihak berwenang telah menetapkan sejumlah titik rawan sebagai zona evakuasi untuk mengantisipasi potensi banjir susulan. Langkah ini dilakukan guna meminimalisir risiko korban jiwa tambahan.
Warga yang tinggal di bantaran sungai diminta segera mengungsi ke lokasi yang lebih aman jika hujan deras kembali terjadi. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam situasi darurat ini.
Selain itu, pemerintah daerah juga mengingatkan masyarakat agar tidak memaksakan diri melintas di jalan yang tergenang air, karena arus banjir dapat berubah menjadi sangat berbahaya secara tiba-tiba.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari kompas.id