Batu raksasa longsor menutup Jalan Tempur-Damarwulan Jepara akses lumpuh total, warga terjebak, simak update kondisi terkini di sini.
Sebuah longsoran batu raksasa menimpa Jalan Tempur-Damarwulan di Jepara, menutup akses utama dan membuat warga tidak bisa melintas. Petugas segera turun untuk mengevakuasi material, sementara warga diminta tetap waspada. Simak di Zona Evakuasi kronologi dan wilayah terdampak agar tetap aman.
Longsor Batu Raksasa Tutup Akses Jalan Di Jepara
Peristiwa longsor kembali terjadi di Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah pada malam Selasa, 10 Maret 2026, ketika batu-batu besar dari tebing bukit tiba-tiba longsor dan menutup akses jalan yang menghubungkan Desa Tempur dengan Desa Damarwulan. Akses ini menjadi tidak bisa dilewati kendaraan maupun pejalan kaki.
Longsor tersebut berasal dari tebing bukit setinggi sekitar 75 hingga 100 meter. Material longsoran berisi tanah dan batu berukuran besar menutup badan jalan sepanjang puluhan meter, sehingga membuat jalur utama tersebut lumpuh total untuk sementara waktu.
Berdasarkan foto dan video yang beredar, batu-batu besar memenuhi permukaan jalan yang biasanya dipakai warga untuk mobilitas sehari-hari. Dampak longsor ini sangat signifikan bagi masyarakat sekitar.
Warga dan petugas di lapangan langsung menyadari bahwa pembersihan material longsor tidak bisa dilakukan secara manual karena ukuran batu yang sangat besar, sehingga perlu alat berat untuk membersihkan lokasi.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026! Nonton Semua Pertandingan Tanpa Batas, lewat LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal. Ayo Download Sekarang!
Kronologi Dan Dampak Longsor
Kepala Desa Tempur, Maryono, menjelaskan bahwa sebelum peristiwa utama terjadi, sempat terjadi longsor kecil di bagian atas bukit. Namun pada malam hari kejadian longsor besar menimpa jalan utama di sekitar pukul 20.00 WIB dan menutup akses secara total.
Material longsor yang jatuh tidak hanya berupa tanah, tetapi juga batuan besar yang meluncur dari tebing bukit. Bahkan ada bongkahan batu dengan diameter mencapai beberapa meter yang menyulitkan pembersihan.
Akibat penutupan akses jalan, warga Desa Tempur yang ingin bepergian antar desa kini wajib mengambil jalur alternatif yang lebih panjang melalui Jalan Medani di luar wilayah Kecamatan Keling.
Selain itu, longsoran tersebut juga menyebabkan jaringan listrik di wilayah Tempur sempat putus akibat tiang listrik roboh terkena material longsor. Pihak desa pun mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap ancaman longsor susulan.
Baca Juga: Detik-Detik Evakuasi Korban Longsor Di Banjaran, Bikin Warga Trauma!
Upaya Penanganan Dan Evakuasi
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara bersama instansi terkait segera turun tangan menangani kejadian ini. Petugas telah mengerahkan setidaknya satu unit alat berat untuk membantu pembersihan material longsor yang menutup akses jalan.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Jepara, Arwin Noor Isdiyanto, menyatakan bahwa alat berat seperti excavator dan alat breaker besar diperlukan untuk memecah batu serta membersihkan material yang sangat berat dan besar tersebut.
Proses penanganan dilakukan dengan ekstra hati-hati karena masih ada batu besar yang menggantung di tebing. Petugas berupaya memastikan jalur dapat dibuka kembali secara aman tanpa menimbulkan longsor susulan.
BPBD juga terus memonitor kondisi tebing dan cuaca setempat mengingat wilayah tersebut rawan longsor, terutama saat hujan deras. Warga tetap diimbau untuk tidak mendekati lokasi longsor selama proses evakuasi berlangsung.
Dampak Sosial Dan Ekonomi
Akibat penutupan jalan, mobilitas warga lokal terganggu. Akses utama yang biasanya menjadi jalur penghubung kedua desa ini kini lumpuh sehingga warga memerlukan waktu lebih lama dan biaya lebih tinggi untuk bepergian antar wilayah.
Kegiatan ekonomi di desa seperti distribusi bahan kebutuhan pokok dan pengangkutan hasil tani terpengaruh karena rute utama tertutup. Ini berpotensi meningkatkan biaya konsumsi warga karena penggunaan jalur alternatif yang lebih jauh.
Selain itu, akses layanan darurat seperti ambulans atau pelayanan kesehatan menjadi lebih lambat karena kondisi jalan belum bebas dari material longsor. Hal ini menjadi tantangan bagi pemerintah daerah setempat.
Kerusakan infrastruktur seperti badan jalan yang tertutup material longsor juga membutuhkan waktu dan biaya untuk dilakukan perbaikan, serta mitigasi agar kejadian serupa tidak terus berulang di masa mendatang.
Ancaman Longsor Susulan Dan Imbauan Warga
Longsor di Desa Tempur ini terjadi pada musim hujan dengan curah intensitas sedang hingga lebat. Kondisi seperti ini menambah risiko terjadinya longsor susulan, terutama di lereng bukit yang sama. Pemerintah desa dan instansi terkait mengimbau warga untuk tetap waspada saat melintasi jalur bukit sebagai lokasi longsor, terutama ketika cuaca buruk atau hujan lebat turun.
Warga di sekitar lokasi juga disarankan untuk menyiapkan kebutuhan darurat karena akses utama sempat terputus, termasuk stok makanan, air bersih, dan kebutuhan lainnya hingga jalur kembali normal.
Peningkatan koordinasi antara desa, BPBD, dan pihak perhubungan diharapkan dapat mempercepat upaya mitigasi serta membuka akses jalan utama kembali agar kehidupan sosial dan ekonomi warga dapat pulih secepatnya.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari www.google.com
- Gambar Kedua dari www.google.com