Banjir bandang menerjang Desa Banjar, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, setelah hujan deras mengguyur wilayah itu pada Jumat malam.
Bencana ini menimbulkan duka mendalam bagi warga karena menyebabkan korban jiwa dan beberapa orang hilang terseret arus deras. Peristiwa tragis ini terjadi begitu cepat hingga membuat warga tidak sempat menyelamatkan diri. Selain korban jiwa, sejumlah rumah warga juga mengalami kerusakan akibat terjangan banjir. Dapatkan update berita terkini seputar Zona Evakuasi dan informasi menarik yang memperluas pengetahuan Anda.
Kronologi Banjir Bandang
Hujan deras yang mengguyur wilayah Buleleng sejak sore hingga malam memicu luapan air sungai secara tiba-tiba. Air yang membawa lumpur serta batang kayu besar menerjang permukiman warga di Desa Banjar. Kejadian ini membuat warga panik karena banjir datang secara mendadak dan menghantam rumah-rumah di sekitar aliran sungai.
Arus air yang deras menyeret sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi. Tim SAR kemudian menerima laporan mengenai beberapa orang yang hanyut dan segera bergerak menuju lokasi kejadian untuk melakukan pencarian serta evakuasi korban.
Bencana ini tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga merusak sejumlah rumah warga. Material lumpur, kayu, dan puing bangunan yang terbawa arus memperparah dampak banjir bandang di kawasan tersebut.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026! Nonton Semua Pertandingan Tanpa Batas, lewat LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal. Ayo Download Sekarang!
Korban Tewas Saat Menyelamatkan Mobil
Salah satu korban yang ditemukan meninggal dunia adalah Dewa Ketut Adi Suarjana (55), warga Dusun Santal. Ia diduga terseret arus banjir ketika berusaha menyelamatkan mobil miliknya yang terparkir di depan rumah saat air mulai naik.
Awalnya, kondisi air masih relatif kecil ketika korban hendak memindahkan mobilnya. Namun dalam hitungan menit, banjir tiba-tiba membesar dan menghanyutkan korban bersama kendaraan tersebut. Situasi yang berubah cepat membuat korban kesulitan menyelamatkan diri dari arus deras.
Korban sempat keluar dari mobil dan mencoba berpegangan pada pohon kopi di sekitar lokasi. Namun derasnya arus yang membawa batang kayu besar menghantam tubuhnya hingga akhirnya ia terseret dan ditemukan meninggal dunia beberapa ratus meter dari lokasi awal.
Baca Juga: Bencana Di Demak! Tongkang Hantam Dukuh Tambaksari, Warga Tolak Evakuasi!
Satu Keluarga Turut Jadi Korban Banjir
Selain korban pertama, satu keluarga juga menjadi korban dalam peristiwa tersebut. Komang Suci (44) bersama dua anaknya, Putu Wini (17) dan Kadek Wahyu (12), dilaporkan terseret banjir ketika rumah mereka diterjang luapan air.
Saat banjir datang, salah satu anak sempat merekam kondisi air yang mulai meluap menggunakan ponselnya. Namun tak lama kemudian, arus besar yang membawa lumpur dan kayu menghantam rumah mereka hingga menyebabkan dinding bangunan jebol.
Akibat kejadian tersebut, ketiganya hanyut terbawa arus banjir yang sangat kuat. Tim SAR gabungan kemudian melakukan pencarian intensif di sekitar sungai, permukiman, hingga kawasan pantai untuk menemukan para korban.
Proses Pencarian Korban oleh Tim SAR
Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, serta relawan segera dikerahkan untuk mencari korban yang terseret arus banjir. Operasi pencarian dilakukan dengan menyisir aliran sungai hingga perairan pantai di sekitar wilayah Banjar.
Dalam operasi tersebut, salah satu korban anak bernama Kadek Wahyu (12) akhirnya ditemukan meninggal dunia di perairan sekitar beberapa kilometer dari rumahnya. Jenazah korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit untuk proses identifikasi.
Hingga kini, tim SAR masih terus melakukan pencarian terhadap korban yang belum ditemukan. Upaya pencarian dilakukan dengan membagi tim ke beberapa titik penyisiran, termasuk sepanjang sungai dan kawasan pesisir yang diduga menjadi jalur terbawanya korban banjir.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari detik.com