Tongkang menghantam Dukuh Tambaksari, Demak, warga enggan dievakuasi meski bahaya nyata mengancam, apa yang mereka pikirkan?
Dukuh Tambaksari, Demak, dilanda bencana setelah sebuah tongkang menghantam pemukiman warga. Meski bahaya jelas mengintai, banyak warga menolak dievakuasi.
Apakah mereka menyepelekan risiko, atau ada alasan kuat di balik keputusan ini? Simak kronologi kejadian dan reaksi warga yang mengejutkan ini hanya di Zona Evakuasi.
Tongkang Hantam Dukuh Tambaksari, Warga Tolak Evakuasi!
Kapal tongkang sepanjang puluhan meter menghantam permukiman di Dukuh Tambaksari, Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak pada Jumat (6/3/2026) malam. Tongkang yang hanyut dari perairan Pantai Utara itu merusak jembatan, jalan, dan rumah warga.
Namun anehnya banyak penduduk enggan dievakuasi ke tempat aman. Peristiwa itu memicu kekhawatiran sekaligus pertanyaan: mengapa warga tetap bertahan di lokasi meski bahaya nyata mengancam?
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026! Nonton Semua Pertandingan Tanpa Batas, lewat LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal. Ayo Download Sekarang!
Kronologi Tongkang Hanyut Dan Hantam Permukiman
Sore itu, sebuah kapal tongkang tanpa muatan berangkat dari wilayah Tegal dan menuju Kalimantan. Ketika hendak singgah di Pelabuhan Tanjung Mas Semarang, tali penghubung antara tongkang dan tug boat yang menariknya tiba‑tiba putus. Pengendalian kapal pun gagal sehingga tongkang itu terus hanyut dan terombang‑ambing di perairan.
Sekitar pukul 18.30 WIB, tongkang sepanjang 75 meter itu terdampar di perairan Monosari, Kecamatan Sayung. Tak lama kemudian, hantaman kapal tersebut mengenai jembatan dan struktur jalan di Dukuh Tambaksari serta hampir menabrak rumah penduduk.
Dampak hantaman terlihat jelas: jembatan menuju area makam dan permukiman rusak, beton jalan pecah, serta beberapa rumah mengalami kerusakan struktural karena benturan keras kapal. Kondisi itu membuat warga setempat panik dan khawatir terhadap keselamatan mereka.
Baca Juga: Banjir Bandang Terjang Anduriang! Jembatan Darurat Ambruk, Akses Warga Terputus Total
Warga Mengungsi, Tapi Enggan Dievakuasi
Akibat insiden tersebut, puluhan warga yang tinggal di Dukuh Tambaksari memilih mengungsi ke bangunan masjid setempat. Mereka membawa serta kebutuhan dasar seperti selimut, pakaian, dan barang berharga lainnya saat mencari tempat yang dianggap lebih aman.
Kasat Polairud Polres Demak, Iptu Bambang Suhartoyo, menyebutkan ada sekitar 11 kepala keluarga atau sekitar 30‑40 orang yang mengungsi di masjid dan enggan pindah ke daratan. Mereka khawatir akan kehilangan properti atau merasa lokasi itu tetap aman meski bahaya masih mengintai.
Penolakan evakuasi ini menjadi tantangan bagi aparat yang bertugas mengevakuasi warga, karena meskipun berada di lokasi yang dianggap berisiko, banyak penduduk tetap memilih bertahan di sekitar permukiman mereka.
Kerusakan Material Dan Aset Publik
Tak hanya merusak jembatan penghubung dan jalan beton, hantaman tongkang juga menyebabkan kerusakan pada situs bersejarah setempat seperti Makam Syekh Mudzakir. Gapura dan dinding makam dilaporkan rusak akibat benturan keras kapal yang terbawa arus laut.
Beberapa rumah warga juga mengalami kerusakan parah, dengan struktur dinding yang hampir roboh dan barang‑barang di dalam rumah berantakan akibat hantaman tongkang. Kondisi ini membuat beberapa keluarga tidak bisa lagi menempati rumah mereka dan harus mempertimbangkan alternatif tempat tinggal sementara.
Walaupun kerusakan cukup parah, hingga kini belum ada rencana pasti tentang kapan kapal akan dievakuasi dari lokasi. Koordinasi antara aparat dan manajemen kapal masih berjalan untuk menentukan langkah pemulihan yang tepat.
Upaya Penanganan Dan Koordinasi
Pihak aparat keamanan dan pemerintah desa telah turun tangan untuk melakukan penanganan awal atas bencana ini. Koordinasi dilakukan antara Polres, aparat desa, dan manajemen kapal untuk memastikan keselamatan warga serta rencana evakuasi.
Langkah‑langkah pemulihan termasuk perbaikan infrastruktur yang rusak, seperti jembatan dan jalan, serta peninjauan kondisi rumah warga yang terdampak. Pembahasan mengenai kompensasi kerugian atas aset yang rusak juga tengah digodok dalam dialog bersama.
Sementara itu, warga di sekitar lokasi tetap diminta waspada terhadap risiko lanjutan seperti abrasi atau hantaman kembali dari kapal yang masih berada dekat permukiman. Kondisi ini menunjukkan perlunya langkah mitigasi bencana yang lebih komprehensif di wilayah pesisir tersebut.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari berita.rri.co.id