Cuaca ekstrem kembali melanda wilayah Kabupaten Pamekasan dan memicu dua kejadian bencana sekaligus dalam satu hari.

Hujan deras yang disertai angin kencang serta longsor di beberapa titik membuat warga harus meningkatkan kewaspadaan. Zona Evakuasi Peristiwa ini tidak hanya menyebabkan kerusakan rumah, tetapi juga mengganggu akses transportasi masyarakat di wilayah terdampak.
Cuaca Ekstrem Mendadak Hantam Sejumlah Wilayah Pamekasan
Cuaca buruk mulai terjadi pada Sabtu siang sekitar pukul 13.00 WIB di beberapa wilayah Kabupaten Pamekasan. Kondisi langit yang semula mendung berubah menjadi hujan disertai angin kencang yang datang secara tiba-tiba.
Di Dusun Danglebar, Desa Panaguan, Kecamatan Proppo, warga mengaku tidak sempat bersiap menghadapi perubahan cuaca yang cukup cepat tersebut. Angin kencang datang bersamaan dengan hujan deras yang membuat situasi menjadi lebih sulit dikendalikan.
Sebagian wilayah utara Pamekasan juga dilaporkan mengalami hujan, sementara bagian barat kabupaten terdampak hembusan angin yang cukup kuat hingga menimbulkan kerusakan ringan di beberapa titik.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026! Nonton Semua Pertandingan Tanpa Batas, lewat LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal. Ayo Download Sekarang!
Rumah Warga Proppo Alami Kerusakan Akibat Angin Kencang
Salah satu dampak paling nyata terjadi pada rumah milik Abdulloh, warga Dusun Danglebar. Bagian atap depan rumah yang terbuat dari seng galvalum dilaporkan ambruk akibat terjangan angin kencang.
Saat kejadian, kondisi cuaca sedang tidak stabil dengan hujan yang turun cukup deras. Angin yang datang tiba-tiba membuat struktur atap tidak mampu bertahan sehingga akhirnya roboh di bagian depan rumah.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun kerusakan yang terjadi membuat pemilik rumah harus segera melakukan perbaikan agar bangunan kembali layak dihuni.
Baca Juga: Kritis! Pendaki Gunung Lawu Terjangkit Hipotermia, Berhasil Dievakuasi
Longsor di Pegantenan Tutup Akses Jalan Warga

Selain angin kencang, bencana lain juga terjadi di wilayah berbeda yakni longsor di Dusun Erpes Barat, Desa Pasanggar, Kecamatan Pegantenan. Material tanah dari lereng dilaporkan menutup sebagian badan jalan.
Akibat kejadian tersebut, akses kendaraan roda empat tidak dapat melintas sehingga mengganggu aktivitas harian masyarakat sekitar. Warga harus mencari jalur alternatif untuk bisa beraktivitas seperti biasa.
Kondisi ini cukup berdampak bagi mobilitas warga, terutama yang bergantung pada jalur tersebut untuk distribusi barang dan kebutuhan sehari hari. Hingga saat ini, kondisi jalan masih dalam proses penanganan awal.
BPBD Pamekasan Lakukan Penanganan dan Imbau Kewaspadaan
Badan Penanggulangan Bencana Daerah BPBD Pamekasan langsung merespons laporan kejadian dengan mengirimkan tim ke lokasi terdampak. Petugas melakukan asesmen awal untuk mengidentifikasi tingkat kerusakan dan kebutuhan mendesak warga.
Plt Kalaksa BPBD Pamekasan, Akhmad Dhofir Rosidi, menyampaikan bahwa terdapat dua laporan utama yang masuk, yaitu angin kencang di Kecamatan Proppo dan longsor di Pegantenan. Tim sudah diturunkan untuk melakukan penanganan di lapangan.
Selain itu, BPBD juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih bisa terjadi. Warga diminta untuk terus memantau informasi resmi terkait kondisi cuaca guna mengurangi risiko bencana susulan.
Kesimpulan
Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Pamekasan menunjukkan bahwa perubahan kondisi alam dapat berdampak signifikan terhadap kehidupan masyarakat. Kerusakan rumah akibat angin kencang serta longsor yang menutup akses jalan menjadi bukti nyata perlunya kewaspadaan terhadap bencana hidrometeorologi. Dengan adanya respons cepat dari BPBD dan kesadaran masyarakat untuk selalu siaga, diharapkan dampak dari cuaca ekstrem dapat diminimalkan di masa mendatang.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari Berita Indonesia Kamboja
- Gambar Kedua dari inet.detik.com