Evakuasi Ekstrem di Gunung Slamet, 15 Jam Tim SAR Evakuasi Jasad Syafiq Ali

15 Jam Tim SAR Evakuasi Jasad Syafiq Ali15 Jam Tim SAR Evakuasi Jasad Syafiq Ali
Bagikan

Evakuasi jasad Syafiq Ali di Gunung Slamet berlangsung ekstrem selama 15 jam, Tim SAR gabungan, termasuk Basarnas, TNI, Polri, dan relawan.

Evakuasi Ekstrem di Gunung Slamet, 15 Jam Tim SAR Evakuasi Jasad Syafiq Ali

Operasi ini menyoroti tantangan penyelamatan di pegunungan tinggi dan pentingnya keselamatan pendaki. Proses evakuasi yang panjang dan terkoordinasi memastikan jasad tiba di rumah duka dengan aman.

Simak dan ikutinterus informasi terbaru dan terviral lainya hanya ada di Zona Evakuasi.

Upaya Evakuasi Yang Ekstrem

Evakuasi jasad Syafiq Ali, pendaki yang meninggal saat mendaki Gunung Slamet, Jawa Tengah, berlangsung selama 15 jam penuh. Tim SAR gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, dan relawan lokal menghadapi medan berat dan cuaca ekstrem selama operasi. Koordinasi yang ketat dan strategi bertahap menjadi kunci keberhasilan evakuasi.

“Kondisi medan yang terjal dan licin membuat proses evakuasi memakan waktu lama. Kami harus memastikan keselamatan tim sekaligus menjaga kondisi jasad tetap aman,” jelas Kepala Basarnas Pos SAR Purbalingga, Doni Haryanto, Rabu (14/1/2026).

Evakuasi berlangsung sejak dini hari dan berakhir sore hari. Tim menggunakan kombinasi tali, tandu, dan teknik rappelling untuk menurunkan jasad dari lokasi yang sulit dijangkau. Petugas juga membawa perlengkapan medis dan perlindungan tambahan karena suhu di atas 2.800 meter sangat rendah.

Kronologi Kejadian di Gunung Slamet

Syafiq Ali, berusia 28 tahun, dilaporkan hilang oleh rekan pendakinya pada Senin (13/1/2026). Ia diduga mengalami kecelakaan saat menuruni jalur puncak dan terjatuh ke area tebing curam. Upaya pencarian langsung dilakukan oleh tim SAR setelah rekan-rekannya melaporkan posisi terakhir Syafiq melalui radio komunikasi.

Cuaca buruk yang disertai kabut tebal dan hujan deras menambah tantangan pencarian. Tim SAR harus bergerak perlahan dan mengandalkan pengalaman navigasi gunung. Selain itu, medan yang licin akibat hujan mengakibatkan beberapa titik memerlukan pengamanan ekstra agar tim tidak tergelincir.

Pihak keluarga juga turut memantau proses evakuasi dari posko SAR. Mereka berharap proses evakuasi berjalan lancar dan jasad dapat segera dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan. “Kami berterima kasih kepada seluruh tim SAR yang bekerja keras meski kondisi sangat sulit,” kata kakak korban, Ahmad Fauzi.

Baca Juga: Erupsi Kembali Terjadi! Gunung Marapi Lontarkan Abu Setinggi 1,6 Km

Tantangan dan Taktik Penyelamatan

Tantangan dan Taktik Penyelamatan

Evakuasi memakan waktu 15 jam karena tim harus melewati medan yang curam dan berbatu. Tim SAR membagi tugas menjadi beberapa segmen, mulai dari pengangkatan jasad dari titik tebing, penyebrangan sungai kecil, hingga penurunan ke jalur aman di bawah.

Selain itu, kondisi cuaca yang tidak menentu membuat tim harus sering menghentikan operasi sementara untuk menunggu perbaikan kondisi. Penerangan malam juga menjadi tantangan, sehingga sebagian tim bergerak dengan lampu kepala dan koordinasi radio intensif.

Dokter SAR dan paramedis selalu mendampingi selama evakuasi untuk memastikan jasad tidak rusak dan tetap tertata dengan baik. Langkah ini penting agar identifikasi dan prosedur hukum setelah evakuasi berjalan lancar.

Pesan Keselamatan Bagi Pendaki Gunung Slamet

Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi para pendaki untuk selalu memperhatikan keselamatan saat mendaki gunung. Gunung Slamet memiliki medan yang ekstrem dan cuaca yang berubah cepat, sehingga persiapan fisik, perlengkapan lengkap, dan komunikasi darurat menjadi hal wajib.

Tim SAR menghimbau agar pendaki tidak nekat mendaki saat cuaca buruk atau sendirian. Selain itu, selalu lapor rute pendakian dan perkiraan waktu kembali kepada petugas atau keluarga. “Keselamatan harus diutamakan. Jangan menganggap sepele medan atau cuaca ekstrem,” tegas Doni Haryanto.

Pihak Basarnas juga berencana meningkatkan koordinasi dengan kelompok pecinta alam lokal untuk edukasi keselamatan pendakian dan penyediaan jalur evakuasi darurat di beberapa titik kritis Gunung Slamet. Tujuannya agar insiden serupa dapat diminimalkan di masa mendatang.

Jangan lewatkan update berita seputaran Zona Evakuasi serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.


Sumber Informasi Gambar:

  1. Gambar Utama dari detik.com
  2. Gambar Kedua dari detik.com