Korban Meninggal Bencana Sumatera 6 Januari 1.178 Orang, Terparah di Aceh

Korban Meninggal Bencana Sumatera 6 Januari 1.178 Orang, Terparah di Aceh
Bagikan

Jumlah korban meninggal akibat rangkaian bencana alam yang melanda Pulau Sumatera hingga 6 Januari tercatat mencapai 1.178 orang.

Korban Meninggal Bencana Sumatera 6 Januari 1.178 Orang, Terparah di Aceh

Angka ini dihimpun dari laporan sementara pemerintah daerah, BPBD, serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana yang terus melakukan pemutakhiran data di lapangan.

Bencana yang terjadi meliputi banjir bandang, tanah longsor, dan banjir besar akibat curah hujan ekstrem yang berlangsung berhari-hari sejak akhir tahun lalu.

Proses pendataan masih berlangsung karena beberapa wilayah terdampak masih sulit dijangkau akibat akses jalan terputus dan kondisi cuaca yang belum sepenuhnya membaik.

Temukan rangkuman informasi menarik tentang rakyat lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di .

Aceh Menjadi Wilayah Dengan Korban Terbanyak

Provinsi Aceh tercatat sebagai daerah dengan jumlah korban meninggal paling tinggi dibandingkan wilayah Sumatera lainnya.

Banjir bandang dan longsor yang menerjang sejumlah kabupaten dan kota di Aceh menyebabkan permukiman warga rusak berat, terseret arus deras, hingga tertimbun material longsoran.

Wilayah pedalaman dan kawasan perbukitan menjadi lokasi paling terdampak karena topografi yang curam serta kerusakan lingkungan yang memperparah daya rusak air.

Selain korban meninggal, ribuan warga Aceh juga dilaporkan mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan medis darurat.

Faktor Cuaca Ekstrem Dan Kerentanan Wilayah

Para ahli kebencanaan menilai tingginya korban jiwa tidak lepas dari kombinasi cuaca ekstrem dan kerentanan wilayah.

Intensitas hujan yang sangat tinggi dalam waktu singkat menyebabkan sungai meluap secara tiba-tiba.

Sementara daerah aliran sungai yang mengalami degradasi hutan mempercepat aliran air menuju permukiman.

Di beberapa daerah Sumatera, banjir bandang datang pada malam hari ketika sebagian besar warga sedang beristirahat. Sehingga evakuasi tidak sempat dilakukan.

Kondisi ini meningkatkan risiko korban jiwa. Terutama bagi kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak.

Baca Juga: 

Upaya Penanganan Dan Evakuasi Masih Berlangsung

Upaya Penanganan Dan Evakuasi Masih Berlangsung

Pemerintah pusat dan daerah terus mengerahkan sumber daya untuk menangani dampak bencana.

Tim SAR gabungan, TNI, Polri, serta relawan kemanusiaan masih melakukan pencarian korban hilang di sejumlah titik rawan.

Posko pengungsian didirikan untuk menampung warga yang kehilangan tempat tinggal, sementara bantuan logistik seperti makanan, air bersih, obat-obatan, dan selimut terus disalurkan.

Di Aceh dan beberapa provinsi lain di Sumatera, alat berat dikerahkan untuk membersihkan material lumpur dan kayu yang menutup akses jalan serta permukiman warga.

Evaluasi Dan Langkah Mitigasi ke Depan

Tragedi dengan jumlah korban meninggal yang mencapai ribuan ini menjadi pengingat pentingnya penguatan mitigasi bencana di Pulau Sumatera.

Pemerintah didorong untuk memperbaiki sistem peringatan dini. Khususnya di wilayah rawan banjir dan longsor.

Selain itu, penataan ruang yang lebih ketat serta pemulihan lingkungan di daerah hulu sungai dinilai mendesak untuk menekan risiko bencana serupa di masa mendatang.

Edukasi kebencanaan kepada masyarakat juga menjadi kunci agar warga lebih siap menghadapi situasi darurat. Sehingga korban jiwa dapat diminimalkan ketika bencana kembali terjadi.

Terus update dirimu dengan informasi menarik setiap hari, eksklusif dan terpercaya di NASIB RAKYAT.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari detik.com
  • Gambar Kedua dari antaranews.com

By Oscar