Cuaca buruk menghambat evakuasi korban longsor di Cisarua, Bandung Barat, Tim SAR terus berupaya menyelamatkan warga terdampak.
Longsor di Cisarua, Bandung Barat menghadapi kendala serius akibat cuaca ekstrem. Hujan deras dan tanah labil membuat tim SAR kesulitan menjangkau korban.
Meski demikian, upaya Zona Evakuasi penyelamatan tetap dijalankan untuk memastikan keselamatan warga yang terdampak bencana ini.
Evakuasi Korban Longsor Di Cisarua Terhambat Cuaca Ekstrem
Tim SAR gabungan terus berupaya mengevakuasi korban longsor di Kampung Pasirkuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Bandung Barat. Hingga Sabtu (24/1/2026), delapan orang dilaporkan meninggal dunia, sementara 82 orang lainnya masih dalam proses pencarian. Kondisi tanah yang labil dan curah hujan tinggi membuat operasi penyelamatan menghadapi risiko tinggi.
Pelaksana Harian Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Bandung, Mamang Fatmono, menyampaikan bahwa proses pencarian dilakukan dengan asesmen lapangan secara hati-hati. Tim belum bisa menurunkan pesawat nirawak (drone) untuk memantau area karena cuaca buruk dan angin kencang. Kendala ini membuat evaluasi luas area longsor dan pemetaan jalur evakuasi menjadi terbatas.
Mamang menambahkan, keselamatan tim menjadi prioritas utama. Hujan deras yang terus mengguyur lokasi menimbulkan tanah yang mudah longsor kembali, sehingga koordinasi lapangan harus dilakukan dengan cermat. Peralatan berat dan personel dibagi secara bergiliran agar operasi tetap aman.
Dampak Longsor: Korban Dan Kerusakan Yang Terdeteksi
Berdasarkan data sementara, longsor ini telah berdampak pada 113 jiwa dari 34 kepala keluarga. Wilayah paling parah terdampak berada di RT 01 RW 11 Kampung Pasirkuning, di mana sejumlah rumah dan fasilitas pendukung warga hancur tertimbun material tanah. Material longsor juga menghalangi akses jalan utama sehingga distribusi bantuan dan evakuasi semakin sulit dilakukan.
Selain korban jiwa, kerugian materi juga signifikan. Rumah warga banyak yang rusak berat, sementara fasilitas umum seperti saluran air dan jalan lingkungan ikut terdampak. Hal ini menambah urgensi penanganan dan percepatan bantuan darurat. Petugas gabungan bekerja keras membuka jalur sementara untuk membawa warga yang masih terjebak.
Tim SAR juga mencatat adanya dinamika di lapangan. Jumlah korban terdampak kemungkinan akan bertambah seiring evaluasi yang dilakukan di area yang sulit dijangkau. Koordinasi dengan relawan lokal, aparat desa, dan masyarakat setempat sangat penting agar pencarian dapat berjalan lancar.
Baca Juga: BNPB Gerak Cepat, Hunian Sementara Siap Untuk Ribuan Pengungsi Bencana
Tantangan Operasional Di Lapangan
Cuaca ekstrem menjadi faktor utama yang memperlambat proses evakuasi. Hujan deras disertai angin kencang membuat penurunan drone dan peralatan berat menjadi tidak aman. Tim harus menyesuaikan strategi pencarian dengan kondisi cuaca, termasuk memanfaatkan jalur darat dan manual untuk mencapai titik terdampak.
Mamang menekankan bahwa risiko longsor susulan tetap mengintai. Tim SAR menerapkan prosedur pengamanan ekstra untuk menghindari jatuhnya korban tambahan di lapangan. Penilaian lokasi dilakukan secara bertahap agar tidak ada tim yang terjebak material longsor yang labil.
Selain itu, keterbatasan akses membuat koordinasi distribusi logistik menjadi menantang. Bantuan makanan, obat-obatan, dan peralatan darurat dialokasikan ke posko pengungsian, namun evakuasi korban memerlukan waktu lebih lama karena kondisi medan yang terputus.
Pemerintah Kabupaten Tetapkan Status Tanggap Darurat
Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, langsung meninjau lokasi longsor dan posko pengungsian di Kantor Desa Pasirlangu. Ia memastikan pemerintah daerah segera menetapkan status tanggap darurat bencana untuk mempercepat penanganan dan distribusi bantuan kepada korban.
Jeje menegaskan, koordinasi lintas instansi termasuk BPBD, TNI, Polri, dan relawan lokal dilakukan agar proses evakuasi lebih efisien. Posko pengungsian dilengkapi dengan fasilitas dasar untuk menampung warga terdampak sambil menunggu perbaikan rumah dan jalur akses.
Dengan status tanggap darurat, pemerintah berupaya mempercepat pemulihan wilayah terdampak. Langkah ini mencakup evakuasi korban, perbaikan infrastruktur yang rusak, dan penyediaan bantuan logistik. Prioritas utama tetap pada keselamatan warga dan pemulihan kondisi pascabangunan longsor.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari detik.com