Tragedi tanah longsor kembali menelan korban jiwa di Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara, menambah duka mendalam bagi warga setempat.
Seorang nenek yang sehari-hari bekerja sebagai pencari batu dilaporkan meninggal dunia setelah tertimbun material longsor di lokasi kejadian. Peristiwa ini sontak mengejutkan warga sekitar karena terjadi secara tiba-tiba saat korban sedang beraktivitas seperti biasa. Simak selengkapnya hanya di Zona Evakuasi.
Kronologi Kejadian Longsor Di Lokasi
Peristiwa longsor terjadi pada sore hari saat korban sedang mencari batu di area perbukitan Desa Bawolowalani. Tanah yang diduga sudah labil kemudian bergerak dan menimpa korban yang berada di lokasi tersebut seorang diri.
Informasi awal kejadian ini diterima oleh Kantor SAR Nias dari laporan warga yang melihat kejadian tersebut melalui media sosial. Laporan masuk sekitar pukul 16.34 WIB dan langsung ditindaklanjuti oleh tim penyelamat untuk melakukan proses evakuasi.
Tidak lama setelah laporan diterima, tim SAR gabungan langsung dikerahkan menuju lokasi kejadian. Sekitar pukul 17.05 WIB, petugas sudah berada di lokasi untuk melakukan pencarian korban di bawah timbunan material longsor.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026! Nonton Semua Pertandingan Tanpa Batas, lewat LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal. Ayo Download Sekarang!
Proses Pencarian Dan Evakuasi Korban
Setibanya di lokasi, tim SAR bersama warga sekitar langsung melakukan upaya pencarian manual di area longsoran. Kondisi medan yang cukup sulit dan tanah yang masih labil membuat proses evakuasi harus dilakukan dengan sangat hati-hati.
Setelah sekitar 15 menit pencarian intensif, korban akhirnya berhasil ditemukan di bawah timbunan tanah. Namun, saat ditemukan, korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa akibat tertimpa material longsor yang cukup tebal.
Pukul 17.20 WIB, jenazah korban berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian. Setelah proses evakuasi selesai, jenazah langsung dibawa dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk disemayamkan dan dimakamkan di kampung halaman.
Baca Juga: Bikin Tegang! Granat Nanas Muncul Di Pemakaman Palopo, Jibom Siaga Evakuasi Cepat
Respons Warga Dan Pihak Berwenang
Warga Desa Bawolowalani mengaku terkejut dengan kejadian tersebut. Menurut mereka, korban dikenal sebagai sosok yang sehari-hari bekerja mencari batu untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Aktivitas tersebut sudah lama dilakukan di sekitar wilayah perbukitan.
Pihak Kantor SAR Nias menyampaikan duka cita atas kejadian yang menimpa korban. Mereka juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam beraktivitas di area rawan longsor, terutama saat kondisi cuaca tidak menentu.
Selain itu, pihak berwenang juga menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bencana alam. Masyarakat diminta untuk menghindari aktivitas di lereng curam atau wilayah yang sudah menunjukkan tanda-tanda pergerakan tanah.
Waspada Potensi Longsor Di Nias Selatan
Wilayah Nias Selatan dikenal memiliki kontur tanah yang berbukit dan rentan terhadap pergerakan tanah, terutama saat musim hujan. Kondisi ini membuat daerah tersebut masuk dalam kategori wilayah rawan bencana longsor.
Dalam beberapa tahun terakhir, kejadian longsor di wilayah Sumatera Utara kerap terjadi dan menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan infrastruktur. Hal ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah maupun instansi penanggulangan bencana.
Pemerintah dan masyarakat diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana serupa di masa mendatang. Edukasi kebencanaan dan sistem peringatan dini menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko korban jiwa.
Kesimpulan
Peristiwa longsor yang menewaskan seorang nenek pencari batu di Nias Selatan menjadi pengingat bahwa bencana alam dapat terjadi kapan saja tanpa peringatan. Kejadian ini tidak hanya menimbulkan duka bagi keluarga korban, tetapi juga menjadi peringatan bagi masyarakat yang beraktivitas di wilayah rawan bencana.
Diperlukan kewaspadaan lebih tinggi, terutama di daerah dengan kondisi geografis berbukit dan curah hujan tinggi. Selain itu, peran pemerintah dan masyarakat sangat penting dalam meningkatkan kesiapsiagaan agar kejadian serupa dapat diminimalisir di masa depan.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari news.detik.com