Granat nanas misterius ditemukan di pemakaman Palopo, Tim Jibom segera bertindak cepat untuk mengevakuasi dan memusnahkan barang berbahaya.
Pemakaman di Palopo mendadak gempar setelah granat nanas ditemukan di lokasi. Tim Jibom bergerak cepat mengevakuasi area, memastikan keselamatan warga, dan memusnahkan granat sebelum menimbulkan bahaya. Warga menyaksikan proses penanganan dengan tegang, sementara aparat terus mengamankan lokasi dari risiko ledakan. Simak langkah-langkah penanganan tim Jibom selengkapnya hanya di Zona Evakuasi.
Penemuan Granat Nanas Di Pemakaman Palopo
Unit Jibom Datasemen Gegana Sat Brimob Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) mendatangi tempat pemakaman umum (TPU) di Jalan Lasattia Raja, Kelurahan Lebang, Kecamatan Wara Barat, Kota Palopo menyusul laporan adanya granat nanas aktif yang ditemukan warga saat kerja bakti membersihkan makam. Granat itu diperkirakan masih berbahaya sebelum diamankan.
Warga pertama kali menemukan granat nanas tersebut sekitar pukul 09.00 Wita pada Sabtu (4/4/2026) saat mereka sedang membersihkan area pemakaman. Granat ditemukan tanpa cincin pengaman dan terlihat seperti mainan, sehingga warga merasa khawatir akan bahaya yang mungkin ditimbulkannya.
Setelah menerima laporan warga, petugas kepolisian langsung memasang garis polisi di sekitar lokasi untuk mencegah warga mendekat. Mereka juga memberi tahu bahwa granat tersebut kemungkinan masih aktif dan berpotensi meledak jika tidak ditangani oleh tim ahli.
Unit Jibom kemudian dikerahkan untuk mengevakuasi granat dari area pemakaman. Evakuasi dilakukan dengan hati‑hati dan granat dibawa ke tempat aman jauh dari permukiman serta lokasi warga berkumpul.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026! Nonton Semua Pertandingan Tanpa Batas, lewat LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal. Ayo Download Sekarang!
Proses Evakuasi Dan Pemusnahan Granat
Setelah diamankan dari pemakaman, granat nanas tersebut dibawa ke sebuah kebun yang berjarak sekitar 100 meter dari lokasi awal penemuan. Tim Jibom memeriksa kondisi granat sebelum menentukan langkah pemusnahan. Granat akhirnya dimusnahkan dengan cara diledakkan pada pukul 10.35 Wita. Sebelum ledakan terjadi, pihak Brimob menghitung mundur sambil mengimbau warga untuk menjauh dari lokasi demi keamanan.
Suara ledakan terdengar sangat keras dan membuat tanah di sekitar area pemusnahan berhamburan. Meski demikian, proses pemusnahan berjalan aman dan tidak menimbulkan dampak pada warga di sekitar lokasi. Pemusnahan granat dilakukan sebagai bagian dari prosedur disposal bahan peledak untuk memastikan tidak ada risiko tersisa yang dapat membahayakan masyarakat setempat di masa mendatang.
Baca Juga: Heboh Di Bogor! Macan Tutul Terjerat, Warga Cemas, Evakuasi Petugas Bikin Tegang
Asal-Usul Dan Penemuan Granat
Wakasub Jibom Gegana Sat Brimob Polda Sulsel, Iptu Syahril, mengatakan bahwa granat nanas ini kemungkinan berasal dari peninggalan zaman Belanda. Ia menjelaskan lokasi pernah diperkirakan menjadi basecamp militer Belanda sehingga tersisa bahan peledak lama. Syahril juga menyebut granat tersebut ditemukan dalam kondisi lengkap, meskipun bagian pen granat telah berkarat akibat usia tua. Safety pin awalnya tertinggal, tetapi sudah rapuh karena korosi.
Pihak Brimob memastikan setelah pemeriksaan bahwa granat sudah aman sebelum pemusnahan dilakukan, namun tetap memutuskan untuk menghancurkan bahan peledak tersebut demi keselamatan publik. Syahril mengimbau agar jika warga menemukan lagi granat atau material militer lain di kawasan tersebut segera melapor kepada pemerintah atau pihak kepolisian untuk ditangani.
Dampak Penemuan Dan Respons Warga
Penemuan granat nanas ini sempat menggegerkan warga Palopo, terutama mereka yang sedang mengikuti kerja bakti di area pemakaman. Banyak warga berhenti bekerja dan memberi tahu pihak berwenang saat melihat benda mencurigakan tersebut. Keamanan di sekitar TPU Kelurahan Lebang diperketat sementara waktu untuk mencegah warga mendekat sebelum tim Jibom tiba dan memeriksa lokasi.
Warga yang awalnya takut terhadap kemungkinan granat aktif merasa lega setelah tim Jibom berhasil memusnahkan granat tersebut secara aman jauh dari pemakaman umum. Insiden ini juga mengingatkan masyarakat akan pentingnya kewaspadaan terhadap benda‑benda misterius yang ditemukan di lingkungan sekitar, terutama di area yang berpotensi menyimpan barang peninggalan sejarah.
Petunjuk Keamanan Dan Imbauan
Pihak kepolisian meminta masyarakat untuk tidak memindahkan atau menyentuh benda mencurigakan yang ditemukan di area publik, apalagi yang mirip amunisi atau bahan peledak. Warga diimbau segera melapor ke kepolisian atau pemerintah setempat agar tim ahli dapat menanganinya secara profesional demi keamanan bersama.
Penanganan seperti ini penting agar tidak ada kecelakaan tidak disengaja yang melibatkan bahan peledak tua dan berbahaya. Polisi menegaskan akan terus memantau lokasi dan memberikan edukasi singkat tentang cara melapor dan tindakan jika warga menemukan benda mencurigakan lain di kemudian hari.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari www.detik.com
- Gambar Kedua dari www.detik.com