Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade dan COO Danantara Dony Oskaria memimpin groundbreaking pembangunan hunian tetap.
Pasca‑bencana galodo yang melanda Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat, pemerintah bersama mitra strategis bergerak cepat untuk mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat terdampak. Pada Kamis, 19 Februari 2026, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade bersama Dony Oskaria selaku Chief Operating Officer (COO) Danantara memimpin acara groundbreaking pembangunan hunian tetap (huntap) di Kecamatan Rambatan.
Simak dan ikutin terus informasi terbaru dan terviral lainnya hanya ada di Zona Evakuasi.
Latar Belakang Bencana Galodo di Tanah Datar
Bencana galodo fenomena alam yang menyerupai banjir bandang di wilayah pegunungan telah menerjang sejumlah daerah di Sumatera Barat, termasuk Tanah Datar, dalam beberapa waktu terakhir. Aktivitas hujan lebat yang dipicu oleh faktor alam dan perubahan tata guna lahan telah menyebabkan sungai meluap dan membawa material tanah serta batuan ke pemukiman warga.
Dampaknya sangat besar, merusak rumah warga, infrastruktur jalan, dan fasilitas publik. Banyak keluarga yang kehilangan tempat tinggal sekaligus mata pencaharian. Kondisi ini memaksa pemerintah bersama lembaga terkait untuk membangun hunian sementara (huntara) sebagai penyangga darurat bagi warga terdampak.
Namun, huntara hanya solusi jangka pendek. Seiring berjalannya waktu, Pemerintah dan stakeholders melihat kebutuhan yang lebih permanen untuk memastikan masyarakat dapat hidup kembali secara layak dan produktif. Langkah selanjutnya adalah pembangunan hunian tetap (huntap).
Groundbreaking Hunian Tetap
Groundbreaking huntap di Tanah Datar menjadi simbol kuat bahwa proses pemulihan tak hanya berhenti pada tahap sementara. Dalam acara tersebut, Andre Rosiade menyampaikan apresiasi atas sinergi antara DPR RI, Danantara, BUMN, dan pemerintah daerah dalam mendukung program ini.
Sebanyak sekitar 80‑85 unit rumah permanen akan dibangun di lahan seluas sekitar 1,8 hektare yang disiapkan oleh Pemerintah Kabupaten Tanah Datar. Target penyelesaian pembangunan adalah tiga hingga empat bulan sejak peletakan batu pertama.
Menurut Andre, percepatan layanan BUMN melalui Danantara terbukti menjadi langkah tepat. Ia juga berharap program serupa dapat diperluas ke wilayah lain yang masih membutuhkan huntap.
Baca Juga: Rp 98 Miliar Digelontorkan! Pemerintah Lengkapi Hunian Korban Bencana di Sumatera
Sinergi Antarlembaga Kunci Keberhasilan
Pembangunan huntap ini melibatkan berbagai pihak termasuk Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, BUMN, Danantara, DPR RI, dan kontraktor pelaksana yakni PT Nindya Karya. Kolaborasi ini mencerminkan pendekatan terpadu yang diperlukan untuk mengatasi dampak bencana alam secara komprehensif.
Sinergi ini juga mencakup dukungan logistik, penyediaan material, hingga aspek pendampingan masyarakat agar dapat kembali produktif pascabencana. Tidak hanya pembangunan rumah, aspek pemberdayaan ekonomi turut menjadi perhatian untuk memastikan masyarakat tidak hanya bertahan, tetapi juga bangkit lebih kuat.
Bupati Tanah Datar, Eka Putra, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat. Ia menilai momentum ini menunjukkan kepedulian yang kuat dari pemerintah pusat dan stakeholder untuk mempercepat rehabilitasi kehidupan masyarakat.
Dampak Sosial dan Harapan Masyarakat
Masyarakat korban galodo menyambut baik pembangunan huntap ini karena menjadi jawaban atas kebutuhan rumah yang aman dan permanen. Bagi banyak keluarga, huntap menandakan berakhirnya fase ketidakpastian dan ketergantungan pada hunian sementara yang kurang ideal untuk kehidupan jangka panjang.
Selain itu, program ini juga membawa harapan baru bagi anak‑anak yang kini dapat menempuh pendidikan dengan lebih baik serta orang dewasa yang dapat berencana kembali bekerja atau membuka usaha baru.
Andre Rosiade dan Dony Oskaria berharap bahwa rumah‑rumah ini akan menjadi tempat tumbuhnya kehidupan yang lebih baik. Sekaligus simbol semangat kebangkitan masyarakat pascabencana di Sumatera Barat.
Tantangan dan Langkah ke Depan
Meskipun groundbreaking telah dilakukan, tantangan masih menanti dalam pelaksanaan dan penyelesaian pembangunan huntap. Faktor teknis seperti koordinasi lahan, penyediaan material, serta kesiapan tenaga kerja menjadi perhatian serius semua pihak.
Ke depan, partisipasi aktif masyarakat dalam proses pembangunan. Serta penguatan kapasitas ekonomi lokal akan menjadi bagian penting agar upaya pemulihan menjadi berkelanjutan.
Dengan komitmen kuat dari pemerintah pusat, DPR RI, Danantara, dan pemerintah daerah. Harapan besar tertumpuk pada pembangunan huntap ini untuk membawa Tanah Datar kembali bangkit dan sejahtera.
Jangan lewatkan update berita seputaran Zona Evakuasi serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Utama dari detikcom
- Gambar Kedua dari Prokabar.com