Setelah hilang selama tiga hari, bocah SD bernama Raka ditemukan meninggal di sungai wilayah Kabupaten tetangga upaya pencarian yang melibatkan tim SAR.
Keluarga dan warga sekitar berduka atas kejadian tragis ini. Pihak berwenang menegaskan pentingnya pengawasan anak-anak di dekat sungai serta langkah preventif untuk mencegah kecelakaan serupa di masa mendatang.
Simak dan ikutinterus informasi terbaru dan terviral lainya hanya ada di Zona Evakuasi.
3 Hari Menghilang, Jasad Bocah SD Ditemukan di Kabupaten Tetangga
Seorang bocah SD yang dilaporkan hilang sejak tiga hari lalu akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di Kabupaten tetangga, Minggu (12/1). Korban, bernama Raka (9), warga Desa Sukamaju, sebelumnya hilang saat bermain di sekitar sungai dekat rumahnya. Penemuan jasad ini mengejutkan warga dan menimbulkan duka mendalam bagi keluarga.
Menurut warga sekitar, Raka sering bermain bersama teman-temannya di area sungai. Pada hari hilangnya, ia dikabarkan bermain sendiri dan tidak kembali pulang hingga keluarga melaporkan ke pihak berwenang. Upaya pencarian yang dilakukan warga dan petugas gabungan sempat menemui kendala karena lokasi sungai yang curam dan arus deras.
Pihak kepolisian setempat menyatakan bahwa jasad korban ditemukan sekitar 2 kilometer dari lokasi awal hilang, tepatnya di wilayah Kabupaten tetangga. Penemuan ini menjadi titik akhir dari pencarian yang melibatkan keluarga, warga, dan petugas SAR selama tiga hari.
Upaya Pencarian Yang Intensif
Sejak laporan hilangnya Raka diterima, tim SAR gabungan bersama polisi, TNI, dan warga setempat langsung melakukan pencarian. Pencarian dilakukan dengan menyisir aliran sungai, semak belukar, dan daerah rawan di sekitar lokasi hilangnya korban.
Namun, medan yang berat dan arus sungai yang deras sempat menghambat proses pencarian. Tim penyelamat pun harus ekstra hati-hati agar tidak menimbulkan korban tambahan. Alat bantu seperti perahu karet dan tali evakuasi digunakan untuk memudahkan pencarian di titik-titik sulit dijangkau.
Kepala SAR setempat menyatakan bahwa koordinasi antara tim dan warga sangat penting dalam menemukan korban. Selain itu, informasi dari masyarakat sekitar menjadi kunci untuk mempersempit area pencarian hingga jasad korban berhasil ditemukan.
Baca Juga: Jabodetabek Bersiap! Hujan Petir Mengancam Hingga Pagi Ini
Reaksi Keluarga dan Warga
Keluarga korban menyatakan duka yang mendalam atas kejadian ini. Orang tua Raka, Ani dan Bayu, mengaku sangat terpukul dan berterima kasih atas bantuan warga serta tim SAR yang telah bekerja keras selama tiga hari penuh. Mereka berharap kejadian serupa tidak terjadi lagi di lingkungan mereka.
Warga sekitar juga merasa kehilangan, terutama teman-teman sekolah Raka. Banyak yang mengenang keceriaan dan kepintaran bocah itu. Sekolah setempat menyelenggarakan doa bersama untuk almarhum, sekaligus memberikan dukungan moral kepada keluarga yang berduka.
Selain itu, masyarakat menyerukan pentingnya pengawasan orang tua terhadap anak-anak, terutama di dekat aliran sungai atau lokasi rawan bahaya. Kasus ini menjadi pengingat bagi warga untuk lebih waspada dan meningkatkan keselamatan anak-anak.
Penyebab dan Langkah Pencegahan
Pihak kepolisian dan SAR melakukan pemeriksaan awal untuk memastikan penyebab kematian Raka. Diduga kuat korban tenggelam karena terpeleset dan terseret arus sungai yang deras. Tidak ditemukan indikasi tindak kriminal dalam kasus ini, namun penyelidikan tetap dilanjutkan untuk memastikan fakta di lapangan.
Petugas menekankan pentingnya langkah preventif, seperti pengawasan ketat terhadap anak-anak saat bermain di dekat sungai, pemasangan tanda peringatan bahaya, dan edukasi keselamatan bagi siswa. Selain itu, orang tua diminta menekankan pentingnya aturan bermain aman di lingkungan sekitar.
Kejadian ini diharapkan menjadi pelajaran bagi masyarakat dan pihak sekolah. Dengan koordinasi yang baik antara orang tua, sekolah, dan aparat setempat, risiko kecelakaan anak-anak dapat diminimalkan.
Jangan lewatkan update berita seputaran Zona Evakuasi serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Utama dari regional.kompas.com
- Gambar Kedua dari regional.kompas.com