Banjir di Pati lumpuhkan akses darat, jenazah warga terpaksa diantar menggunakan perahu, Warga diimbau tetap waspada.
Banjir yang melanda Pati tidak hanya merendam rumah dan jalan, tetapi juga memaksa warga mengantar jenazah melalui perahu. Kisah pilu ini menggambarkan dampak serius banjir terhadap kehidupan sehari-hari dan akses masyarakat.
Warga diminta tetap waspada dan mengikuti arahan petugas. Simak perkembangan selengkapnya di Zona Evakuasi.
Banjir Di Pati Memaksa Warga Mengantar Jenazah Dengan Perahu
Banjir yang melanda Kabupaten Pati, Jawa Tengah, kembali menunjukkan dampak serius terhadap kehidupan masyarakat. Salah satu kejadian terbaru menimpa Warsono (54), warga Desa Mintobasuki, yang meninggal dunia akibat sakit.
Kondisi banjir yang merendam rumah dan akses jalan memaksa keluarganya untuk mengantar jenazah menggunakan perahu pada Kamis (15/1/2026). Fenomena ini mencerminkan bagaimana banjir tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga mengganggu layanan dasar dan kegiatan masyarakat sehari-hari, termasuk proses pemakaman.
Warga sekitar mengaku terpaksa beradaptasi dengan situasi darurat demi menjalankan prosesi pemakaman secara layak.
Warga Beradaptasi Dengan Kondisi Darurat
Dalam kondisi normal, jenazah biasanya diantar menggunakan kendaraan darat. Namun, banjir yang tinggi membuat jalur menuju pemakaman tidak dapat dilewati mobil atau sepeda motor. Keluarga Warsono memilih menggunakan perahu sebagai sarana aman untuk mengangkut jenazah.
Seorang warga yang membantu proses pengantaran menyatakan, Kami tidak memiliki pilihan lain. Air sudah tinggi, dan akses darat terputus. Perahu menjadi satu-satunya cara agar jenazah dapat dimakamkan tepat waktu.
Penggunaan perahu juga memudahkan warga untuk melewati jalan-jalan yang tergenang air hingga ke lokasi pemakaman di area yang lebih tinggi. Meski situasinya sulit, warga tetap menjaga prosesi pemakaman dengan penuh hormat.
Baca Juga: Jalan Kampung di Pamekasan Rusak Parah Akibat Tanah Longsor
Dampak Banjir Terhadap Kehidupan Masyarakat
Banjir di Pati telah mempengaruhi berbagai sektor kehidupan masyarakat. Selain memutus akses transportasi, kondisi ini mengganggu aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan kesehatan.
Warga yang terdampak harus mengungsi ke tempat lebih aman, sementara beberapa rumah terendam hingga setinggi lutut orang dewasa. Kejadian pengantaran jenazah menggunakan perahu menjadi simbol betapa seriusnya dampak banjir terhadap aktivitas sehari-hari.
Banjir tidak hanya menimbulkan kerugian materiil tetapi juga menantang ketahanan sosial dan emosional masyarakat setempat. Petugas desa dan relawan segera diterjunkan untuk membantu warga.
Imbauan Dan Langkah Antisipasi
Pemerintah desa setempat dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pati mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama bagi warga yang tinggal di dataran rendah atau dekat sungai. Mereka diminta memantau kondisi air, menyiapkan jalur darurat, dan tidak menunda evakuasi saat banjir meningkat.
Selain itu, warga diminta untuk tetap menjaga kesehatan dan memperhatikan protokol saat membantu pengantaran jenazah di tengah banjir. Kerjasama warga, aparat desa, dan relawan menjadi kunci utama untuk mengurangi risiko dalam situasi darurat seperti ini.
Kejadian ini menjadi pengingat bahwa banjir tidak hanya merusak properti, tetapi juga mempengaruhi aspek kemanusiaan dan sosial masyarakat. Persiapan menghadapi bencana serta kepatuhan terhadap imbauan resmi menjadi langkah penting untuk mengurangi dampak negatifnya.
Jangan lewatkan update berita seputaran Zona Evakuasi serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Utama dari betanews.id
- Gambar Kedua dari banyumas.tribunnews.com