Gedung SDN 1 Gadung Sari Tabanan rusak parah selama 3 tahun, siswa terpaksa berbagi kelas demi tetap belajar.
Kondisi memprihatinkan dialami siswa SDN 1 Gadung Sari di Tabanan. Selama tiga tahun terakhir, gedung sekolah mereka mengalami kerusakan berat yang belum juga tertangani secara menyeluruh. Akibatnya, proses belajar mengajar harus dilakukan dengan sistem berbagi kelas. Situasi ini tentu berdampak pada kenyamanan dan efektivitas pembelajaran. Bagaimana kondisi bangunan saat ini dan apa langkah yang sudah dilakukan? Simak laporan lengkapnya di Zona Evakuasi.
Kondisi Memprihatinkan Di SDN 1 Gadung Sari
Kegiatan belajar mengajar di SDN 1 Gadung Sari Kecamatan Selemadeg Timur, berlangsung dalam keterbatasan. Para siswa terpaksa berbagi ruang akibat kerusakan bangunan sejak 2022. Satu gedung di sisi selatan sekolah yang terdiri dari tiga ruang kelas mengalami rusak berat. Hingga kini, bangunan tersebut belum mendapatkan perbaikan menyeluruh.
Kerusakan itu bermula dari bencana alam berupa hujan deras disertai angin kencang. Atap gedung ambruk dan membuat ruang belajar tidak lagi aman digunakan. Sejak peristiwa tersebut, pihak sekolah harus memutar otak agar proses pembelajaran tetap berjalan. Penggabungan kelas menjadi solusi sementara demi menjaga aktivitas belajar.
Sistem Belajar Berbagi Ruang
Kepala sekolah I Nyoman Widana, menjelaskan bahwa siswa kelas II hingga VI belajar dalam satu ruangan besar. Ruangan tersebut hanya dipisahkan sekat sederhana untuk membedakan kelompok belajar. Sementara itu, siswa kelas I menggunakan ruang guru yang juga diberi pembatas. Kondisi ini menuntut guru untuk bekerja ekstra dalam mengatur konsentrasi siswa.
Meski penuh keterbatasan, orang tua murid memahami situasi yang dihadapi sekolah. Mereka tetap mendukung anak-anaknya agar terus bersekolah tanpa terputus. Tak hanya gedung utama yang rusak berat, tiga ruang lain pun mengalami kerusakan sedang. Beberapa bagian tembok dan plafon berlubang sehingga membutuhkan perhatian serius.
Baca Juga: Zona Evakuasi Ditetapkan! SD Di Trenggalek Tertimpa Longsor, 2 Kelas Dikosongkan
Jumlah Siswa Dan Tantangan Pengajar
Total terdapat 44 siswa yang bersekolah di SD tersebut. Mereka berasal dari Banjar Cepaka, Banjar Munduk Pakel, dan Banjar Nyatnyatan. Tenaga pengajar berjumlah tujuh orang yang harus membagi fokus dalam ruang terbatas. Situasi ini tentu menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga kualitas pembelajaran.
Pengaturan jadwal dan metode belajar disesuaikan dengan kondisi ruangan. Guru dituntut lebih kreatif agar materi tetap tersampaikan secara efektif. Walaupun fasilitas belum ideal, semangat belajar siswa tetap terlihat. Hal itu menjadi motivasi tersendiri bagi pihak sekolah untuk terus bertahan.
Status Tanah Sempat Hambat Perbaikan
Lamanya perbaikan tidak lepas dari persoalan administrasi. Status lahan sekolah sebelumnya masih tercatat sebagai tanah adat. Kondisi tersebut membuat bantuan pemerintah belum dapat direalisasikan. Proses penganggaran terkendala karena belum adanya kepastian aset.
Sekolah yang berdiri sejak 1 Agustus 1951 itu akhirnya mengajukan permohonan ke pemerintah daerah. Upaya ini dilakukan agar status tanah dapat dialihkan menjadi milik pemerintah. Pertemuan pun digelar melibatkan camat, perbekel, serta bendesa adat setempat. Hasilnya, sertifikat resmi telah diterbitkan dan disaksikan oleh para pihak terkait.
Rencana Perbaikan Dan Harapan Ke Depan
Dengan terbitnya sertifikat tersebut, jalan untuk pengajuan anggaran semakin terbuka. Pemerintah Kabupaten Tabanan menyatakan komitmennya untuk membantu perbaikan. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tabanan bahkan telah meninjau langsung kondisi sekolah. Kunjungan itu menjadi sinyal positif bagi percepatan penanganan.
Rencana perbaikan dijadwalkan mulai April 2026 mendatang. Sekolah berharap proses tersebut berjalan lancar tanpa hambatan tambahan. Pihak sekolah juga menegaskan bahwa jika suatu saat lokasi dipindahkan, status tanah akan dikembalikan menjadi milik adat. Untuk saat ini, harapan terbesar adalah menghadirkan ruang belajar yang aman dan layak bagi para siswa.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari www.google.com
- Gambar Kedua dari www.google.com