Darurat Nabire! KKB menyerang tambang emas, 198 orang dievakuasi, warga panik, situasi mencekam di lokasi kejadian.
Situasi di Nabire memanas! Sebuah tambang emas diserang kelompok kriminal bersenjata (KKB), memaksa 198 pekerja dan warga dievakuasi. Kepanikan melanda lokasi, aparat berjaga ketat, dan proses evakuasi berjalan cepat. Simak kronologi lengkap dan kondisi terkini di Zona Evakuasi.
Penyerangan KKB Di Tambang Emas Nabire
Tambang emas di Kali Musairo, Legari, Nabire, Papua Tengah, menjadi sasaran serangan kelompok kriminal bersenjata (KKB) pimpinan Aibon Kogoya. Insiden ini terjadi pada Sabtu (21/2) dan menimbulkan kepanikan besar di lokasi tambang. Dua orang tewas akibat penyerangan, sementara puluhan pekerja dan pendulang harus segera dievakuasi untuk menghindari korban lebih banyak.
Serangan ini mengguncang aktivitas tambang yang selama ini menjadi sumber penghasilan bagi masyarakat setempat. Keamanan menjadi isu utama karena lokasi tambang berada di wilayah yang rawan konflik, sehingga evakuasi menjadi langkah paling penting untuk menyelamatkan nyawa pekerja dan warga sekitar.
Aparat TNI-Polri langsung dikerahkan untuk mengamankan wilayah sekitar. Mereka berjaga ketat di sekitar tambang, menghalau potensi serangan susulan, dan memastikan proses evakuasi berlangsung aman. Warga yang berada di sekitarnya pun diperintahkan untuk menghindari lokasi demi keselamatan.
Evakuasi Massal 198 Orang
Kapolres Nabire, AKBP Samuel Tatiratu, menyatakan bahwa total 198 orang dievakuasi dari lokasi tambang, termasuk pendulang lokal dan karyawan PT Kristalin. Dari jumlah tersebut, terdapat 26 WNA asal China yang ikut dievakuasi ke lokasi aman.
Evakuasi dilakukan secara terkoordinasi. Karyawan PT Kristalin berkebangsaan China sebelumnya didata di Polsek Makimi sebelum ditampung sementara di mess perusahaan di Sriwini, Nabire. Proses ini memastikan setiap individu terlindungi dan tidak kehilangan kontak dengan pihak berwenang maupun keluarga.
Meski evakuasi berlangsung aman, situasi tetap tegang. Personel TNI-Polri bersiaga penuh dan menyiapkan segala kemungkinan agar tidak ada gangguan dari KKB. Upaya ini menjadi prioritas karena keamanan pekerja dan pendulang harus dijaga secara maksimal.
Baca Juga: Waspada! Pemkot Malang Lakukan Pengujian Lab Makanan Takjil
Kronologi Penyerangan KKB
Penyerangan terjadi pada Sabtu (21/2) dan menimpa pos pengaman PT Kristalin. Dua pekerja tewas dalam insiden ini, sementara lokasi tambang sempat dikabarkan tidak aman untuk ditempati. Aparat kepolisian dan TNI segera merespons dengan mengevakuasi pekerja dan pendulang agar tidak menjadi korban tambahan.
Serangan KKB menjadi tanda eskalasi kekerasan di wilayah Nabire. Selama ini, kegiatan penambangan di area tersebut berjalan aman, tetapi insiden ini menimbulkan ketakutan di kalangan pekerja dan warga. Aparat keamanan langsung meningkatkan patroli dan pengamanan di sekitar tambang.
Selain itu, pihak perusahaan juga bekerja sama dengan aparat untuk memastikan prosedur keselamatan dijalankan. Semua akses ke lokasi penambangan sementara ditutup untuk mencegah gangguan lebih lanjut, dan jalur evakuasi dibuat seefisien mungkin.
Penyisiran Pendulang Yang Masih Tertinggal
Beberapa pendulang yang diperkirakan masih berada di sekitar Kilometer 40 hingga Kilometer 50 akan dievakuasi oleh Satgas Operasi Damai Cartenz pada Senin (23/2/2026). Penyisiran dilakukan untuk memastikan tidak ada pekerja yang tertinggal di area berbahaya.
Proses penyisiran dilakukan secara sistematis dan hati-hati, melibatkan aparat TNI-Polri untuk menjamin keselamatan pendulang. Tujuannya agar mereka tidak terkena gangguan lebih lanjut dari KKB. Setiap pendulang yang ditemukan langsung dibawa ke lokasi aman untuk ditempatkan sementara.
Langkah ini menjadi prioritas karena keselamatan pekerja harus dijaga. Selain itu, penyisiran ini memastikan bahwa seluruh lokasi tambang aman sebelum aktivitas penambangan bisa dimulai kembali. Aparat keamanan terus memantau situasi agar tidak terjadi insiden baru.
Situasi Terkini Dan Respons Aparat
Meski evakuasi dan penyisiran berjalan lancar, situasi di Nabire tetap rawan. Aparat TNI-Polri dan Satgas Operasi Damai Cartenz terus memantau wilayah sekitar tambang. Mereka bersiaga penuh untuk menghadapi kemungkinan serangan KKB selanjutnya.
Warga dan pekerja yang sudah dievakuasi ditempatkan di lokasi aman dengan pengawasan ketat. Koordinasi antara aparat kepolisian, pihak perusahaan, dan pemerintah daerah berjalan intens untuk memastikan semua prosedur keselamatan diterapkan.
Kapolres Nabire berharap seluruh pendulang dan pekerja selamat dari gangguan KKB. Proses evakuasi dan penyisiran menjadi langkah krusial untuk menjaga keamanan wilayah tambang emas Nabire. Dengan pengawasan yang terus dilakukan, diharapkan tidak ada korban tambahan, dan kegiatan penambangan dapat kembali berjalan dengan aman di masa mendatang.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari cnnindonesia.com
- Gambar Kedua dari sumsel.antaranews.com