Pemkot Malang lakukan uji laboratorium pada sampel makanan takjil untuk cegah bahan berbahaya, warga diimbau tetap waspada.
Menjelang bulan puasa, Pemkot Malang meningkatkan pengawasan makanan takjil di pasar tradisional. Uji laboratorium dilakukan untuk memastikan makanan aman dikonsumsi dan bebas dari bahan berbahaya.
Langkah Zona Evakuasi ini menjadi upaya perlindungan kesehatan masyarakat, sekaligus mencegah potensi risiko dari makanan yang dijual selama Ramadan. Warga disarankan tetap teliti dalam memilih makanan takjil.
Pemkot Malang Tingkatkan Pengawasan Makanan Takjil
Pemerintah Kota (Pemkot) Malang akan melakukan uji laboratorium terhadap sampel makanan dan minuman yang dijual di pasar takjil selama Ramadhan 2026. Langkah ini dilakukan untuk memastikan keamanan pangan dan mengantisipasi penggunaan bahan tambahan pangan (BTP) berbahaya seperti pengawet, pewarna berlebih, dan pemanis buatan.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menegaskan bahwa pihaknya telah menginstruksikan Dinas Kesehatan (Dinkes) melalui puskesmas di seluruh wilayah kota untuk melakukan pengecekan langsung ke lapangan. Tahun lalu ditemukan beberapa makanan yang zat pewarnanya terlalu banyak, jadi pengawasan harus ditingkatkan, ujarnya, Minggu, 21/2/2026.
Pemkot menekankan bahwa kegiatan ini tidak hanya untuk memastikan keamanan konsumen, tetapi juga sebagai bentuk edukasi bagi pedagang agar menggunakan bahan makanan sesuai aturan. Pengecekan ini akan dilakukan di sejumlah titik strategis untuk memudahkan petugas memantau.
Strategi Uji Petik Sampel Takjil
Wali Kota menambahkan, pengawasan dilakukan dengan metode uji petik sampel makanan dan minuman di pasar-pasar takjil. Strategi ini memungkinkan pengecekan lebih fokus dibandingkan jika sampel tersebar di banyak lokasi.
Kalau kita lokalisasi di satu tempat, lebih mudah mengeceknya. Tapi tetap akan kita tes secara merata, jelas Wahyu. Metode ini diharapkan dapat menjangkau berbagai jenis makanan dan minuman yang berpotensi mengandung bahan berbahaya.
Selain itu, pengujian dilakukan dengan koordinasi lintas sektor untuk memastikan hasil laboratorium dapat digunakan sebagai dasar edukasi dan tindakan preventif terhadap pedagang. Hal ini penting agar risiko kesehatan masyarakat dapat diminimalkan selama Ramadhan.
Peran Dinas Kesehatan Dan Puskesmas
Kepala Dinkes Kota Malang, Husnul Muarif, menyatakan bahwa seluruh puskesmas diminta melakukan pembinaan dan pengawasan keamanan pangan olahan siap saji atau takjil di wilayah kerja masing-masing.
Kami melakukan uji petik pemeriksaan sampel pangan yang berpotensi tercemar, sekaligus tindak lanjutnya bersama lintas sektor, jelas Husnul. Pendekatan ini memastikan bahwa setiap temuan dapat segera ditindaklanjuti dengan edukasi dan koreksi bagi pedagang.
Jika ditemukan makanan yang tidak memenuhi standar, puskesmas akan menyampaikan hasil uji beserta informasi tentang bahaya penggunaan BTP yang tidak sesuai aturan. Pendekatan ini bersifat edukatif dan preventif untuk meningkatkan kualitas pangan di pasar takjil.
Labelisasi Dan Edukasi Pedagang
Selain pengawasan dan pengujian, Dinkes memberikan label higiene dan sanitasi pangan kepada Tempat Pengelolaan Pangan (TPP) yang memenuhi persyaratan. Label ini menjadi indikator bahwa produk yang dijual telah aman untuk dikonsumsi.
Edukasi pedagang menjadi salah satu fokus utama. Jika hasil uji laboratorium menunjukkan adanya pelanggaran, pedagang diberi arahan agar tidak lagi menggunakan bahan tambahan yang berlebihan dan berbahaya bagi konsumen.
Langkah ini diharapkan menciptakan kesadaran dan tanggung jawab bagi pelaku usaha agar menjaga kualitas produk, sekaligus menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap makanan yang dijual selama Ramadhan.
Imbauan Untuk Masyarakat
Husnul juga mengimbau masyarakat Kota Malang lebih bijak dan selektif dalam memilih makanan dan minuman saat berbuka puasa. Masyarakat disarankan memilih makanan dalam kemasan atau tertutup, serta memperhatikan label halal dan tanggal kedaluwarsa.
Jika warnanya terlalu mencolok, sebaiknya dihindari. Pilih yang jelas aman dan higienis, kata Husnul. Edukasi ini membantu warga mengurangi risiko kesehatan akibat konsumsi makanan yang tidak aman.
Kesadaran masyarakat dan pedagang bekerja sama dengan pengawasan pemerintah menjadi kunci keberhasilan menjaga kualitas pangan selama Ramadhan. Langkah ini diharapkan meminimalkan risiko penyakit akibat makanan dan meningkatkan keamanan konsumsi pangan di Kota Malang.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari regional.kompas.com
- Gambar Kedua dari jatim.antaranews.com